Ilustrasi Hukumsn Gantung. Foto: Pixabay

Bunuh Mantan Istri, Pria AS Dihukum Gantung di Malaysia

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 18:00:13 WIB

Kriminologi.id - Seorang warga Amerika Serikat, Gerald Wayne Mickelson dijatuhi hukuman mati di Malaysia karena membunuh mantan istrinya. Pengadilan Malaysia menyatakan Mickelson (63) bersalah mencekik istrinya, Guilda Mickelson hingga tewas.

Dikutip Straits Times, Selasa, 4 September 2018, pembunuhan itu terjadi di sebuah hotel di area Brickfields antara pukul 05.00 dan 11.45 pada 26 November 2016 lalu.

Surat kabar itu mengutip pernyataan hakim Datuk Azman Abdullah yang menyebut terdakwa gagal memberikan bukti bahwa luka yang diderita oleh almarhum (yang ditimbulkan selama) tindakan membela diri.

Mickelsons dan istrinya telah menikah selama 30 tahun sebelum bercerai tetapi masih hidup bersama, kata jaksa kepada Times.

"Selama penyelidikan, terdakwa mengatakan dia bertengkar dengan mantan istrinya yang tidak akan mengizinkannya pindah ke Filipina," kata wakil penuntut umum Azeezi Nordin, seperti dilansir independent.co.uk.

Namun demikian, menurut pengacara Mickelson, KA Ramu, kliennya  akan mengajukan banding atas putusan itu.

Mickelson dilaporkan bekerja sebagai konsultan teknik di Malaysia, tetapi telah merencanakan untuk pindah ke Filipina untuk bersama istrinya yang baru di Filipina.

Ramu mengatakan, kliennya telah bersaksi bahwa dia bertengkar dengan mantan istrinya di sebuah hotel Kuala Lumpur. Dia mengatakan kliennya telah bertindak membela diri ketika mantan istrinya mulai menyerangnya.

Namun pengadilan menemukan sebaliknya dalam putusannya.

"Setelah mengevaluasi semua bukti, pengadilan menemukan dia bersalah. Post-mortem menunjukkan bahwa Guilda Mickelson meninggal karena kompresi fatal pada leher," kata Ramu dan menambahkan bahwa kliennya juga menderita beberapa cedera kepala.

Setelah kejadian itu, kata Ramu, kliennya menelepon manajemen hotel untuk meminta bantuan dan tidak mencoba melarikan diri.

Menurut Ramu, Mickelson menangis setelah putusan singkat itu dibacakan di ruang sidang dan dihibur oleh istrinya, warga Filipina. Ramu menambahkan bahwa kliennya berencana untuk mengajukan banding.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500