Bupati Lampung Tengah Mustafa. Foto: Ist/Facebook Hi Mustafa

Bupati Lampung Tengah Divonis 3 Tahun Bui, Hak Politiknya Dicabut

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 21:50:34 WIB

Kriminologi.id - Bupati Lampung Tengah Mustafa divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menyuap sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah sebesar Rp 9,6 miliar. Majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 2 tahun.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mustafa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp100 juta, dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 3 bulan," kata ketua majelis hakim Ni Made Sudani dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.

Vonis yang dijatuhkam majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut  pidana penjara selama 4,5 tahun ditambah denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Vonis itu berdasarkan dakwaan primer Pasal 5 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim yang terdiri atas Ni Made Sudani, M. Arifin, Rustiani, Zul Mandapotan Lumbangaol, dan Ugo juga menyetujui pencabutan hak politik Mustafa selama 2 tahun setelah menjalani hukuman penjara.

"Mengenai pencabutan hak untuk dipilih sementara waktu pada intinya majelis sependapat tentang dasar hukum dan maksud penuntut umum, majelis hakim menilai beralasan diputuskan untuk menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 2 tahun setelah terdakwa selesai menjalani masa pidana," tambah hakim Ni Made Sudani.

Pencabutan hak politik itu dikarenakan Mustafa saat menjabat sebagai bupati berperan aktif untuk mencari uang suap kepada anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500