Cucu Bunuh Nenek Tiamah Saat Salat, Pelaku Divonis 18 Tahun Penjara

Estimasi Baca :

Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Pemuda bernama Tio Winarko divonis 18 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru. Musababnya, pria berusia 20 tahun itu terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap neneknya sendiri bernama Tiamah. Motif pembunuhan tersebut didasari karena pelaku ingin menguasai harta milik korban.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa, Tio Winarko, dengan pidana penjara selama 18 tahun dikurangi masa tahanan," kata Ketua Majelis Hakim, Toni Irfan, dalam putusannya di Pekanbaru, Senin, 19 Maret 2018.

Baca: Terduga Pembunuh Nenek Tiamah Dibekuk di Batam

Putusan tersebut, menurut hakim, diambilnya karena Tio terbukti melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana terhadap neneknya sendiri yang berusia 70 tahun. Meski demikian, putusan hakim nyata lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan terdakwa dihukum selama 20 tahun penjara. 

Terkait putusan itu, majelis hakim mengatakan terdakwa mempunyai hak untuk menerima atau bahkan menolak. Penolakan tersebut bisa disampaikan melalui pengajuan banding. Meski telah ditawari, Tio memilih menerima putusan tersebut. Jawaban serupa juga diberikan JPU Nuraini Lubis dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Dalam kasus pembunuhan Nenek Tiamah, selain menghukum Tio, majelis hakim juga menjatuhkan vonis kepada Vika Tiara. Terdakwa Vika merupakan kekasih Tio. Peranananya dalam kasus ini yakni membantu kekasihnya Tio usai membunuh Nenek Tiamah. Karena itu, majelis hakim memvonisnya penjara selama 1 tahun. Menurut Hakim, Vika terbukti membantu Tio menjual perhiasan emas milik Nenek Tiamah.

Kasus pembunuhan terhadap nenek Tiamah oleh cucunya terjadi pada 4 oktober 2017. Saat itu, korban yang sedang melaksanakan Salat Duha di kamarnya dipukul dari belakang. Setelah memastikan korban tak bernyawa, Tio menyeret perempuan renta itu dengan tikar ke kamarnya. Hingga akhirnya Tio mengubur korban di kamar tersebut dan menutupnya dengan spring bed untuk menghilangkan jejak.

Usai membunuh korban, Tio kabur dari rumah dan membawa emas serta uang korban. Ia menyerahkan emas itu kepada pacarnya, Vika. Keduanya menjual emas di Pasar Kodim Pekanbaru dengan harga Rp7,8 juta. Uang itu mereka gunakan untuk berfoya-foya di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru.

Baca: Bau Busuk Nenek 70 Tahun Dikubur di Kolong Tempat Tidur

Dengan bermodal uang penjualan emas itu juga, Tio dan Vika juga sempat plesiran ke Batam. Tiamah ditemukan terkubur di kamar rumahnya di Jalan Raja Panjang RT02/RW04 Kelurahan Tebingtinggi, Okura Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru, Minggu malam, 8 Oktober 2017. Hasil autopsi, ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul di kepala dan wajah.

Tidak lama berselang, Tio dan Vika ditangkap di salah satu hotel di daerah Sungai Jodoh, Batam pada, Jumat siang, 13 Oktober 2017. Tio mengaku nekad membunuh korban karena kesal sering dimarahi karena tidak bekerja. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Cucu Bunuh Nenek Tiamah Saat Salat, Pelaku Divonis 18 Tahun Penjara

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu