Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Curangi Konsumen, Bos Beras Maknyuss Dihukum 16 Bulan Bui

Estimasi Baca:
Selasa, 23 Jan 2018 16:15:08 WIB

Kriminologi.id - Direktur Utama nonaktif PT Indo Beras Unggul (IBU), Trisnawan Widodo divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Bekasi dalam tindak pidana perlindungan konsumen. Trisnawan diganjar hukuman penjara 1 tahun 4 bulan. Vonis tersebut telah dibacakan pada Senin, 22 Januari 2018.

"Terdakwa Trisnawan Widodo divonis lantaran terbukti dan bersalah secara sah melakukan tindak pidana terhadap perlindungan konsumen," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya Imam Efendi menyampaikan hasil putusan sidang tersebut di Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.

Baca: Alih-alih Disalurkan ke Warga, Beras Bulog Dilarikan ke Gudang

Agung mengatakan, Trisnawan terbukti melakukan kecurangan kepada konsumen dengan memproduksi beras yang seolah-olah memiliki kualitas yang baik, namun sebenarnya memiliki kualitas di bawah seharusnya. 

Beras yang diproduksi oleh PT IBU dijual dengan harga Rp 34.000 per kilogram di pasar ritel modern, dan ditulis dalam kemasan seolah-olah merupakan beras premium. Pada kenyataannya, kata Agung, beras tersebut tidak memiliki kualitas seperti yang tertulis. 

Agung menuturkan, dari hasil pemeriksaan ahli dan laboratorium terhadap dua beras yang dijual PT IBU yakni beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago,  ternyata kualitas beras tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam kemasan.

"Sebagai contoh beras merek Maknyuss dan Cap Ayam Jago memiliki sertifikat SNI 6128-2008. Dalam sertifikat tersebut tercantum bahwa merek beras tersebut dengan kualitas mutu 1. Sedangkan faktanya, hasil laboratorium menerangkan bahwa isi beras dalam merek Cap Ayam Jago memiliki kualitas mutu 2 dan Maknyuss memiliki kualitas mutu 3," terang Agung.

Baca: Beras Bulog Dioplos di Gudang Berkedok Tempat Penggilingan Padi 

PT IBU diketahui memproduksi sekitar 20 merek beras. Dari 20 merek tersebut hanya terdapat satu merek yang sesuai antara isi dan kemasan.

Dalam persidangan sebelumnya, Trisnawan mengakui PT IBU sering melakukan pencantuman label tak sesuai tersebut dengan alasan mengisi kekurangan stok.

Saat ini sedang berlangsung proses sidang terhadap saudara M selaku direktur PT Jatisari yang merupakan holding company dari PT IBU, yang juga melakukan kecurangan terhadap konsumen dengan memproduksi beras yang tidak sesuai dengan isi kemasan. MG

Reporter: Muhammad Adam Isnan
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500