Vonis hukum kasus penyalahgunaan narkoba. Ilustrasi: Kriminologi.id

Dihukum Setahun Penjara, DPR Soroti Vonis Pejabat Pajak Pemilik Sabu

Estimasi Baca:
Kamis, 4 Jan 2018 07:05:35 WIB

Kriminologi.id - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyoroti rendahnya vonis Pengadilan Negeri Manado terhadap Wahyu Nugroho, mantan Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara yang menyimpan sabu-sabu sekitar 30 gram.

Vonis selama satu tahun penjara dan dikurangi masa tahanan terhadap Wahyu, menurut Ahmad terlalu rendah. Seharusnya vonis yang dialamatkan kepada Wahyu bisa lebih tinggi. Mengingat, terpidana merupakan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.  Apalagi Indonesia secara tegas menyatakan perang terhadap narkoba.

Baca: Pemilik 10 Paket Sabu-sabu Divonis Empat Tahun Penjara

"Dengan barang bukti lebih dari 30 gram seperti dinyatakan Polri saat penangkapan, seharusnya vonis diterima lebih tinggi. Indonesia berstatus darurat narkoba, seharusnya putusan pengadilan terhadap pengedar ataupun bandar menggambarkan bagaimana sikap kita atas perang narkoba," kata Sahroni pda Rabu, 3 Januari 2017. 

Ahmad membandingkan, vonis Wahyu dengan Jenifer Dunn beberapa tahun lalu. Menurutnya, putusan hakim terhadap vonis Wahyu dianggap janggal karena jumlah barang bukti yang ditemukan saat penangkapan terbilang banyak. Sementara artis Jennifer Dunn pada April 2010 lalu divonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat hukuman 4 tahun penjara karena kepemilikan atas 7 butir ekstasi.

Menurut politisi Partai NasDem ini, vonis rendah kepada terpidana yang berstatus pimpinan di lingkungan Dirjen Pajak ini menggambarkan adanya perbedaaan pemberian putusan terhadap terdakwa kasus serupa dengan jumlah barang bukti yang sama. 

Baca: Hakim Vonis Kurir Sabu-sabu 20 Tahun Penjara

Sahroni pun mengapresiasi langkah Kejari Manado untuk mengajukan banding. Menurut dia, hal itu menandakan sikap tegas kejaksaan yang menyatakan perang terhadap narkoba.

Jaksa Penuntut Umum, Heintje Latuperissa, mengatakan banding atas putusan yang dikeluarkan oleh hakim yang diketuai Vincentius Banar T tersebut. Permohonan banding diajukan pada 19 Desember 2017, empat hari setelah vonis dibacakan oleh hakim PN Manado.

Sebelumnya, Wahyu ditangkap Polda Sulut pada tanggal 19 Oktober 2017 sekitar jam 01.45 WITA di Parkiran Basement Apartemen Taman Sari Lagon Kmp. Bahu Mall, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang. Barang bukti ditemukan ketika itu berupa dua paket besar narkotika berjenis sabu-sabu seberat 30,41 gram, 1 (satu) buah kotak case elastic band merk Daiichi warna biru, serta 14 buah KTP.

Baca: Polisi Nyabu Divonis 1 Tahun Penjara

Tim Direktorat Narkoba Polda Sulut kemudian melakukan pengembangan di Kompleks Rumah Dinas Pajak Wale Temboan No. A 5, Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wanea Kota Manado dan melakukan penangkapan terhadap Totok Hartanto.

Wahyu dan Totok dituntut JPU dengan tindak pidana Narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 127 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500