pixabay.com

Dituduh Makar, Aktivis HAM Taiwan Divonis 5 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Nov 2017 23:50:34 WIB

Kriminologi.id - Otoritas pengadilan Cina memvonis pegiat hak asasi manusia Taiwan, Li Ming-che selama lima tahun penjara karena dituduh berusaha menggulingkan kekuasaan, Selasa, 28 November 2017. 

Li yang merupakan dosen perguruan tinggi dan aktivis di lembaga swadaya masyarakat hak asasi manusia di Taiwan, hilang saat dalam perjalanan ke Cina pada Maret. Pejabat Cina kemudian menuduhnya berusaha menumbangkan kekuasaan negara itu.

Pada sidang pertama perkara September lalu, Li mengaku berupaya menggulingkan kekuasaan, namun hal itu ditolak istrinya dan tidak mengakui kewenangan pengadilan tersebut.

Putusan di Pengadilan Rakyat Menengah di Kota Yueyang di Provinsi Hunan, Cina tengah itu disiarkan melalui media sosial pengadilan. 

Baca: PHK 1800 Karyawan, PT Freeport Dinilai Langgar HAM

Pegiat hak asasi manusia Cina, Peng Yuhua yang diadili bersama Li, dijatuhi hukuman tujuh tahun karena melakukan kejahatan yang sama.

Partai berkuasa, Partai Progresif Demokratik Taiwan (DPP), mengatakan bahwa vonis tersebut sangat tidak memuaskan. Petinggi partai meminta Beijing mengizinkan Li kembali ke Taiwan. 

Beijing harus memastikan kesehatan dan kesejahteraan Li, menghormati hukum dan terus mengizinkan keluarganya mengunjunginya, demikian pernyataan DPP.

Istri Li, Li Ching-yu, yang telah melakukan perjalanan ke Cina daratan dari Taiwan untuk menghadiri dengar pendapat suaminya, hadir saat vonis dibacakan.

Baca: Via Facebook, Aktivis Feminis Tuduh Profesor Oxford Perkosa Dirinya

Li Ching-yu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikirim oleh para pendukungnya bahwa suaminya telah lama menyadari ada pengorbanan dan ancaman dalam memperjuangkan hak asasinya. "Dia mulai mengerti sejak awal bahwa dia harus menanggung derita karena mengaku melakukan kesalahan dan dipenjara," ujar istrinya.

Otoritas pengadilan mengatakan, Peng menjadi aktor utama dalam penggulingan kekuasaan tersebut dan Li telah menjadi peserta aktif. Li dan Peng menerima keputusan tersebut dan tidak akan mengajukan banding.

Hubungan antara Beijing dan Taipei menjadi tegang sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, pemimpin Partai Progresif Demokratik mulai berkuasa tahun lalu. Penolakan Tsai untuk menyatakan bahwa Taiwan dan China adalah bagian dari satu negara membuat marah Beijing.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500