Buni Yani, Foto: Antara

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Langsung Banding

Estimasi Baca:
Selasa, 14 Nov 2017 16:00:21 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat menetapkan vonis terhadap Buni Yani, terdakwa kasus ujaran kebencian dan penghasutan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA, selama 1 tahun 6 bulan. Vonis ini dibacakan Majelis Hakim di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kota Bandung, Selasa 14 November 2017 siang.

"Menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik," kata Ketua Majelis Hakim, M Saptono.

Baca: Jelang Vonis, Buni Yani Teriak Takbir dan Yakin Tak Bersalah

Hakim menilai Buni terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Hakim juga menilai Buni terbukti mengubah durasi video. Video asli berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik, sedangkan video yang diunggah Buni di akun Facebook-nya hanya 30 detik.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Untuk memberatkan, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tidak mengakui kesalahannya, sedangkan keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan keluarga.

Baca: Terjerat UU ITE, Buni Yani Dituntut 2 Tahun Bui

Usai mendengarkan pembacaan vonis. Buni Yani sempat berdiri dan berbalik meneriakan takbir ke arah pendukung yang memenuhi ruangan sejak sidang dimulai.

Menanggapi keputusan PN Bandung ini, Buni Yani langsung berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya. Dari konsultasi tersebut, Buni Yani dan tim kuasa hukum menyatakan banding.

Baca: Pleidoi Buni Yani Ditolak Jaksa

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum atau JPU menuntut Buni Yani dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa menilai Buni Yani telah melanggar Undang undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE karena menyebarkan video kutipan pidato mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahya Purnama melalui akun media sosial miliknya. YE

KOMENTAR
500/500