Fredrich Yunadi menjalani sidang pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (22/06/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Divonis 7 Tahun Bui, Fredrich Terbukti Buat Skenario untuk Setnov

Estimasi Baca:
Kamis, 28 Jun 2018 17:30:16 WIB

Kriminologi.id - Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi divonis 7 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan upaya merintangi penyidikan terkait kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Fredrich dinilai telah membuat skenario kecelaksaan Setya Novanto, pada 16 November 2018.

"Menyatakan terdakwa Fredrich Yunadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah dengan sengaja melakukan merintangi penyidikan KPK. Maka terdakwa divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 5 bulan," kata Ketua majelis hakim Saifuddin Zuhri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

Menurut hakim, Fredrich terbukti telah membuat skenario Setnov dirawat di rumah sakit agar tidak bisa diperiksa dalam kasus proyek e-KTP oleh penyidik KPK. Fredrich pun menghubungi dokter Bimanesh Sutarjo karena kliennya ingin dirawat di RS Medika Permata Hijau.

"Fakta hukum di atas terdakwa sengaja menyuruh Novanto tidak memenuhi panggilan KPK dan harus ada izin presiden. Terdakwa juga meminta surat keterangan medis Novanto kepada dokter Michael Chia Cahaya. Namun ditolak karena belum diperiksa, unsur mencegah merintangi penyidikan telah terpenuhi," ucap Syaifuddin Zuhri.

Pertimbangan lain bahwa Fredrich sering kali berkata kasar sehingga membuat kegaduhan dan memancing amarah dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

"Pertimbangan lainnya terdakwa sering mengatakan kata-kata kasar dalam persidangan," ujar Syaifuddin Zuhri.

Hakim juga menegaskan, Fredrich pernah dengan nada memaksa meminta Bimanesh untuk mengubah diagnosa hipertensi menjadi kecelakaan. Padahal Setya Novanto sebelumnya berada di gedung DPR dan kawasan Bogor untuk memimpin rapat di DPR. 

"Terdakwa juga telah terbukti membuat rekaan medis terkait Setya Novanto yang katanya sakit hipertensi. Padahal di hari yang sama tengah membuka sidang paripurna di DPR," ucap Syaifuddin Zuhri.

Fakta persidangan selama tiga bulan lebih tersebut sudah diamati oleh Hakim Syaifuddin Zuhri sebagai pertimbangan keempat hakim anggota lainnya untuk menjatuhi hukuman Fredrich Yunadi.

Atas kasus ini, Fredrich terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. AS

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500