Suasana persidangan kasus Perampokan Pulomas, Foto: Rahmay Kurnia/Kriminologi.id

Dua Pelaku Perampokan Pulomas Divonis Mati

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Okt 2017 15:00:55 WIB

Kriminologi.id - Dua terdakwa perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Satu terdakwa lainnya dihukum penjara seumur hidup. 

"Menimbang bahwa para terdakwa telah terbukti secara hukum melakukan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan maka Majelis Hakim memutuskan Ridwan Sitorus alias Ius Pane dan Erwin Situmorang pidana hukuman mati serta memutuskan Alfin Sinaga pidana hukuman seumur hidup," ujar Ketua Majelis Hakim Gede Ariawan membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa 17 Oktober 2017.

Baca: Perjalanan Kasus Perampokan Pulomas, dari Beraksi Hingga Disidangkan

Vonis ini telah sesuai dengan tuntutan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan di sidang sebelumnya pada 19 September 2017. Setelah hakim membacakan putusan, para terdakwa dipersilakan berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya.

"Kami merasa keberatan dengan putusan majelis hakim. Kami akan melakukan banding," kata Djarot Widodo, kuasa hukum terdakwa.

Baca: Menanti Vonis Kasus Perampokan dan Pembunuhan Pulomas

Ridwan Sitorus alias Ius Pane, Erwin Situmorang dan Alfin Sinaga serta Ramlan Butarbutar yang tewas dalam penangkapan terbukti melakukan perampokan disertai pembunuhan di rumah mewah milik arsitek Dodi Triono yang beralamat di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur, 26 Desember 2016.

Saat itu, para terdakwa menyekap 11 orang di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 2 meter. Akibatnya, Dodi Triono, Diona Arika anak pertama Dodi, Dianita Gemma anak ketiga Dodi, Amelia Callista yang merupakan teman dari Dianita, serta Tasrok dan Yanto, sopir Dodi tewas akibat kekurangan oksigen. Sementara korban yang selamat adalah Zanette Kalila anak kedua Dodi, Emi, Santi, dan Fitriani serta Windy, yang merupakan pembantu rumah tangga. AN | RZ

Reporter: Adryan Novandia
Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500