Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

Empat Anak Terdakwa Pembunuhan Pasutri Lansia Diputus Bebas

Estimasi Baca:
Kamis, 7 Jun 2018 18:45:36 WIB

Kriminologi.id - Empat remaja yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan suami-istri lanjut usia di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dibebaskan Majelis hakim Pengadilan Negeri Curup, Kamis, 7 Juni 2018. Persidangan peradilan pidana anak yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB ini beragendakan pembacaan putusan yang dipimpin oleh hakim ketua Heny Faridha.

Empat anak yang didakwa dalam kasus pembunuhan pasangan suami-istri, yakni Sallani (75) dan Hazima (70) warga Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang pada 12 Desember 2017, dibebaskan karena tidak cukup bukti.

"Empat terdakwa anak, yakni B, R, D dan RAR dalam persidangan yang dilaksanakan tadi putusannya adalah vonis bebas vrijspraak, tapi putusannya belum saya pegang dan masih akan dicetak karena langsung dikirim," ujar Humas PN Curup, Riswan Herafiansyah.

Keempat anak yang didakwa melakukan pelanggaran pasal 340, 338 KUHP atau kedua 365 KUHP tersebut, kata dia, karena kurang cukup bukti. 

Selain itu pertimbangan yang dilakukan majelis hakim, terdapat empat saksi alibi yang menyatakan salah satu terdakwa, yakni B saat kejadian pembunuhan masih berada di LPKA Bengkulu.

"Pada pokoknya ada saksi yang melihat saat kejadian terdakwa B ini sedang di dalam LPKA Bengkulu. Kalau untuk terdakwa lainnya berkasnya split dua berkas," katanya.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Rejang Lebong, Aryanto saat dihubungi mengatakan, pihaknya akan melaporkan vonis bebas empat anak pelaku oleh majelis hakim itu kepada atasannya terlebih dahulu guna mengambil langkah-langkah tertentu.

"Kita masih pikir-pikir dan akan sampaikan kepada pimpinan terlebih dahulu, langkah apa yang akan kita lakukan dalam satu minggu ini," katanya.

Sebelumnya, Polres Rejang Lebong menangkap lima tersangka kasus pembunuhan pasangan suami-istri lanjut usia pada 12 Desember 2017. Empat di antaranya masih berstatus anak di bawah umur.

Lima tersangka pelaku pencurian disertai dengan pembunuhan ini ialah R (17), pelajar SMA di Rejang Lebong, B (14), RAR (14), D (13) dan GE (18).

Kelima tersangka ini dijerat dengan pasal 340 KUHP junto pasal 55 KUHP subsider pasal 338 KUHP junto pasal 55 KUHP dan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Korban pembunuhan itu adalah Sallani (75) dan Hazima (70). Pembunuhan dan pencurian itu berawal dari RA yang sakit hati kepada kedua korban. Kedua korban kerap memperingatkan RA agar tidak menghisap lem. 

RA lalu merencanakan pencurian di warung tempat kedua korban tinggal. Pelaku RA mengajak empat tersangka lainnya untuk mencuri dan berakhir pada pembunuhan di Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Selain itu tersangka jgua mengambil barang-barang berharga milik korban seperti uang tunai Rp 1 juta yang ada di meja warung, uang Rp 500 ribu dari saku Hazima dan cincin yang dipakai Hazima. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500