Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Faisal Pembuat Video Porno Anak Divonis 7 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 13:35:05 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Bandung memvonis Faisal, pembuat video porno anak dengan vonis 7 tahun penjara. Ia juga didenda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Vonis yang dijatuhi kepada Faisal sesuai dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandung.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa hukuman penjara selama tujuh tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan," kata Ketua majelis hakim Waspin Simbolon di ruang sidang III Pengadilan Negeri Bandung, Selasa, 28 Agustus 2018.

Video porno anak

Dalam amar putusannnya, Waspin menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan berperan dalam memproduksi dan mengarahkan anak di bawah umur untuk beradegan asusila pada kurun waktu bulan April dan Agustus 2017.

Faisal  terbukti bersalah sesuai dalam pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan pasal 29 Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum menjatuhkan putusan, Waspin membacakan hal yang memberatkan dan meringankan kepada terdakwa.

"Terdakwa ini yang memberatkan diantaranya, perbuatan terdakwa menimbulkan trauma seksual yang mendalam terhadap korban anak. Sehingga pantas dihukum," jelasnya.

Sementara untuk hal yang meringankan, yakni karena terdakwa mengakui perbuatannya, menyesali dan tidak akan mengulanginya, serta sudah meminta maaf kepada orangtua korban pemeran video porno anak. 

video porno anak

Kasus video porno yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pelakunya tersebut, berawal dari pertemanan Faisal dengan komunitas Rusia di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April 2017 lalu.

Faisal lalu menyanggupi permintaan yang mengorder video, pria tersebut bernama R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan sejumlah uang.

‎Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici dan Ismi.

Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung. Setelah video itu jadi, tersangka Faisal mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram. 

Dalam order tersebut, Faisal menerima pembayaran beberapa kali. Yakni pertama Rp 6 juta, Rp 8 juta, dan 16 juta. Jadi total yang diterimanya berjumlah Rp 31 juta.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500