Ilustrasi vonis hakim. Foto: Pixabay

Hakim PN Denpasar Vonis Pengedar Sabu 11 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Ags 2018 08:05:10 WIB

Kriminologi.id - Davit Pamungkas (29) dijatuhi hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menjadi pengedar sabu-sabu 17,12 gram dan ganja 4,96 gram. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut yang menuntut 15 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim I Gde Ginarsa dalam sidang mengatakan Davit terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika, tanpa hak dan melawan hukum menawarkan, menjual, membeli dan menerima narkotika golongan I melebihi lima gram.

"Perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sehingga dihukum 11 tahun penjara," ujar Ginarsa di Pegadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 23 Agustus 2018.

Pertimbangan hakim yang meringankan Davit karena berterus terang atas perbuatannya, tidak berbelit-belit memberikan keterangan dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Davit yang didampingi tim kuasa hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar Desi Purnani menyatakan menerima putusan hakim. Begitu pula, jaksa juga menerima putusan hakim itu.

Kasus ini berawal dari penangkapan terdakwa pada tanggal 18 April 2018 sekitar pukul 19.00 di indekos, Jalan Juwet Sari, Gang Taman Sari, Banjar Kajeng, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, berdasarkan surat dakwaan.

Pihak Direktorat Narkoba Polda Bali menangkap Davit dan menggeledah tubuh korban menemukan dua paket sabu-sabu yang dibungkus plastik cokelat makanan ringan dengan berat total 1,08 gram.

Davit juga mengaku masih menyimpan 31 paket sabu-sabu dengan berat total 17,12 gram, serta ganja seberat 4,96 gram di indekosnya. Sesuai dengan pengakuan, barang haram itu merupakan milik Ismail yang sebelumnya dari Pulau Yoni. Setelah diambil, dibawa ke indekos Davit, kemudian akan ditempel sesuai dengan perintah Ismail.

Terdakwa mengenal Ismail sebulan sebelum besuk temannya di Lapas Kerobokan. Terdakwa Davit bersedia mengambil dan menempel narkotika dengan upah Rp 50 ribu per alamat.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500