Ilustrasi tuntutan jaksa. Foto: Pixabay

Hakim PN Sampang Vonis Kakek Pencabul Anak 14 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 05:00:34 WIB

Kriminologi.id - Seorang kakek bernama Saman (60) terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang, Jawa Timur 14 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

"Yang bersangkutan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melanggar hukum, yakni melakukan pemerkosaan kepada anak di bawah umur," kata Humas Pengadilan Negeri setempat I Gede Perwata, usai sidang di Sampang, Selasa, 28 Agustus 2018.

Warga Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang dinyatakan bersalah melanggar Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ia menjelaskan, putusan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa dari sebelumnya yakni 15 tahun penjara.

Adapun pertimbangan hakim yang meringankan vonis ini adalah karena Saman merupakan tulang punggung keluarga. "Ya, terdakwa tulang punggung keluarga sebagai petani," ujarnya pula.

Menanggapi vonis itu, penasihat hukum (PH) terdakwa dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Kabupaten Sampang Abd Wafur mengaku, putusan majelis hakim dinilai sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa.

"Apalagi terdakwa sudah mengakui semua kesalahannya, bahkan terdakwa hanya bisa minta maaf kepada pihak korban serta menyesali perbuatannya," katanya menjelaskan.

Atas putusan itu, terdakwa mengaku pikir-pikir.

"Terdakwa sebenarnya masih akan berkonsultasi sama keluarganya dalam upaya banding atau tidak, ditunggu saja nanti," katanya lagi.

Kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan Saman (50) terhadap korban inisial FN (9) di Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah ini sempat menjadi perhatian sejumlah masyarakat di Kabupaten Sampang.

Selama penanganan kasus tersebut, proses hukum yang ditangani Polres Sampang, dinilai main mata. Mengingat penyidik yang menangani pencabulan menimpa siswi kelas II SD di Sokobanah sangat lamban menangkap pelaku. Apalagi karena terdakwa masih merupakan keluarga aparat desa.

Peristiwa pencabulan anak di bawah umur terjadi pada Jumat 6 April 2018. Keluarga korban melaporkan ke Polsek Sokobanah pada Sabtu 7 April 2018.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500