Ilustrasi, Foto: istimewa

Hakim PN Surabaya Vonis Mati Pengedar Sabu-sabu 50 Kg

Estimasi Baca:
Kamis, 28 Sep 2017 13:10:36 WIB

Kriminologi.id - Hakim Pengadilan Negeri Surabaya memvonis mati Hadi Sunarto alias Yoyok, terdakwa kasus peredaran sabu-sabu seberat 50 kilogram.

"Terdakwa Hadi Sunarto terbukti melanggar pasal 112 ayat 2 Jo pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 menghukum terdakwa dengan hukuman mati," kata Hakim Hariyanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, 27 September 2017, seperti dikutip dari Antara.

Hakim menilai tidak ada pertimbangan yang dapat membebaskan terdakwa dari keterlibatan dalam mengendalikan serbuk narkotika seberat 50 kilogram. Menanggapi vonis mati ini, Didik Sungkono selaku kuasa hukum terdakwa langsung menyatakan upaya hukum dengan banding.

BACA: Simpan Narkoba di Celana Dalam, WN Malaysia Lolos Pemeriksaan

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karmawan juga menyatakan sikap yang sama.
"Kami banding majelis hakim," ucapnya.

Hadi Sunarto alias Yoyok adalah narapidana kasus narkotika yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Terdakwa kembali terjerat kasus serupa setelah Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggagalkan peredaran narkotika dari tangan Ajun Inspektur Satu Abdul Latief dan Indri Rahmawati serta Tri Torriasih alias Susi.

Dari 50 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang dipasok dari Yoyok, polisi hanya berhasil menyita 13 kilogram sabu-sabu saja. Karena, sebanyak 37 kilogram sabu lainnya sudah terjual melalui tangan Abdul Latief dan Indri Rahmawati.Abdul Latief telah divonis mati oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Vonis tersebut kemudian diperkuat Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur dan masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung (MA).

BACA: Bela Budi Buntung, Ratusan Napi Narkoba Rusak Lapas Jambi

Sementara Indri Rahmawati divonis seumur hidup oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Namun, Pengadilan Tinggi Jawa Timur memperberat hukumannya menjadi hukuman mati. Tak terima atas vonia mati tersebut, Indri juga mengajukan kasasi ke MA.

Sedangkan vonis Tri Diah Torriasih alias Susi divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Surabaya, namun kemudian berubah menjadi penjara seumur hidup oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Atas vonis tersebut, pihak kejaksaan kemudian mengajukan kasasi. AS

Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500