Ilustrasi vonis hakim, Foto: Pixabay

Hakim Tipikor Vonis Eks Bupati Klaten 11 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Rabu, 20 Sep 2017 15:34:26 WIB

Kriminologi.id - Eks Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Hartini dihukum 11 tahun penjara dalam kasus jual beli jabatan serta potongan "fee" dana bantuan keuangan desa. Terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 900 juta dengan ganti kurungan 10 bulan.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Hakim Ketua Antonius Widjantono, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Rabu, 20 September 2017, seperti dikutip dari Antara.

Baca: Ridho Rhoma Divonis 10 Bulan, Wajib Jalani Rehabilitasi

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 12 tahun penjara. Dalam dakwaan, terdakwa terbukti melanggar pasal 12a yakni menerima suap dalam Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) di Kabupaten Klaten dengan total Rp 2,9 miliar.

Terdakwa menerima usulan titipan pegawai untuk mengisi jabatan dalam penyusunan SOTK baru melalui sejumlah kerabat dekatnya. “Sebagai gantinya, orang-orang yang akan ditempatkan pada jabatan yang baru itu memberikan sejumlah uang yang lazim disebut dengan uang syukuran,” ucapnya.

Baca: Hakim Vonis Pemerkosa Anak Kandung 16 Tahun Bui

Terdakwa juga terbukti melanggar pasal 12 B dengan menerima pemberian berupa uang atau gratifikasi yang berkaitan dengan pencairan dana bantuan keuangan desa, titipan dalam penerimaan calon pegawai di BUMD, mutasi kepala sekolah, serta "fee" proyek di dinas pendidikan.

“Total gratifikasi yang tidak pernah dilaporkan bupati yang belum genap setahun menjabat saat ditangkap KPK itu mencapai Rp 9,8 miliar,” katanya.

Penasihat hukum terdakwa Deddy Suwadi mengaku vonis terhadap terdakwa cukup berat. "Hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta terjadi selama persidangan," katanya.

Ia mengatakan tindak suap terjadi karena kebiasaan yang terjadi di lingkungan pemerintahan itu. "Terdakwa dalam posisi pasif. Uang syukuran yang diberikan berkaitan dengan kebiasaan yang terjadi selama ini," katanya. FS



 

Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500