Sidang putusan Michelle Merri Loisa (28), terdakwa kasus penyalahgunaan narkotik di PN Denpasar, Foto: Antara Bali

Hakim Vonis Mantan Pramugari Cantik Pengguna Narkoba 2,5 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Senin, 20 Ags 2018 17:25:49 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, menghukum terdakwa Michelle Merri Loisa (28), mantan pramugari di salah satu perusahaan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, selama 2,5 tahun penjara. Menurut hakim, Michelle  terbukti sah dan meyakinan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I, jenis abu-sabu, kokain dan dumolid.

"Terdakwa bersalah melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika sehingga dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara," ujar Ketua Majelis Hakim, Ketut Tirta dalam sidang di Denpasar, Senin, 20 Agustus 2018.

Vonis majelis hakim itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam sidang sebelumnya yang menuntut hukuman tiga tahun penjara.

Hakim menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Mendengar vonis hakim tersebut terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Made Suardika Adnyana menyatakan menerima putusan hakim, namun jaksa menyatakan pikir-pikir terhadap putusan hakim.

Dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa terdawa Michelle Merri Loisa (28) ditangkap anggota Kepolisian Sektor Kuta, Kabupaten Badung, Bali, di kediamannya Perumahan Aneka House, Jalan Gunung Lumut, Denpasar Barat pada 24 Februari 2018.

Di dalam rumah terdakwa, petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,12 gram dan dua paket kokain masing masing seberat 0,34 gram dan 0,03 gram serta empat butir dumolid, pada pernak-pernik hiasan di dalam kamarnya.

Saat diinterogasi petugas, terdakwa mengaku memiliki barang itu yang sudah delapan bulan menjadi penguna narkoba jenis sabu maupun kokain saat sedang "off" dari jadwal penerbangan dan menggunakannya saat menggelar pesta barang haram itu.

Wanita yang telah bersuami itu mengaku empat kali membeli kokain dan sabu dengan harga Rp 2,5 juta per gramnya. Penangkapan Merri, berdasarkan hasil pengembangan kasus penangkapa Fahmi (37) yang merupakan kekasihnya yang terlebih dahulu ditangkap pada 24 Februari 2018, Pukul 20.40 Wita di Area Central Parkir Kuta.

Terdakwa Merry ditangkap dikediamannya dan saat dilakukan pengeledahan ditemukan sabu-sabu, kokain dan alat isap yang diakuinya barang haram itu digunakan untuk dirinya sendiri bersama kekasihnya itu.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500