Ilustrasi tuntutan jaksa. Foto: Pixabay

Hakim Vonis Penjual Tembakau Gorila 5,5 Tahun

Estimasi Baca:
Jumat, 24 Ags 2018 05:00:34 WIB

Kriminologi.id - Mario Angelo Nasution (28), divonis 5,5 tahun penjara karena menjadi perantara jual beli narkoba jenis tembakau gorila dengan berat total 104,55 gram.

Demikian diputuskan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, I Wayan Kawisada, saat membacakan amar putusan di Denpasar, Kamis, 23 Agustus 2018

Ia mengatakan, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara, karena terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman," kata Wayan.

Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum I Made Lovi Pusnawan dalam sidang sebelumnya yang menuntut terdakwa dengan hukuman delapan tahun penjara. Namun, denda dan subsider yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan jaksa.

Pertimbangan hakim memberikan hukuman ringan kepada terdakwa, karena terdakwa mengakui perbuatannya, menyesali perbuatannya bersalah dan berterus terang dalam persidangan sehingga memudahkan jalannya persidangan.

Sebelum ditangkap petugas terdakwa pada 16 Januari 2018, memesan satu paket narkotika jenis tembakau gorila melalui aplikasi chat di Instagram seharga Rp 5 juta.

Setelah mentransfer dan dikirimkan alamat tempelan pada 19 Januari 2018 pukul 19.00 Wita, terdakwa mengambil paket narkotika yang terbungkus kotak yang diletakan di dekat JNE, Kapal, Mengwi.

Usai mengambil, terdakwa membawa paket itu ke kosnya di Jalan Pererenan, Gang Pandan Sari, Banjar Tumbak Bayuh, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung.

Selanjutnya pada 8 Pebruari 2018 terdakwa memecah satu paket tembakau gorila itu menjadi 22 paket plastik klip. Kemudian, menyimpan satu kantong kertas berisi tembakau gorila, satu toples berisi tembakau gorila dan satu kotak berisi tembakau gorila dicampur tembakau rokok.

Tujuan terdakwa memecah tembakau gorilla itu agar memudahkan untuk menjual. Terdakwa kemudian menyimpan paket tembakau gorila itu di lemari pakaiannya. 

Dua hari kemudian, ketika berada di kamar kosnya, terdakwa ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Denpasar. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 22 paket plastik klip, 1 kantong kertas berisi tembakau gorila, satu toples berisi tembakau gorila, satu kotak berisi tembakau gorila dan timbangan.

Kepada petugas, terdakwa mengakui keseluruhan narkotik jenis tembakau gorila adalah miliknya. Setelah dilakukan penimbangan barang bukti, didapat total berat bersih 25 paket narkotik jenis tembakau gorila dengan berat 104,55 gram.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500