pixabay.com

Hakim Vonis Penyebar Ujaran Kebencian Dua Tahun Enam Bulan

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 22:55:43 WIB

Kriminologi.id - Terdakwa penyebaran ujaran kebencian dan unsur SARA di media sosial, Ramdani Saputra (38), divonis dua tahun lima bulan penjara dan denda Rp 100 juta, subsider tiga bulan kurungan penjara.

Ketua Majelis Hakim Made Pasek menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

"Terdakwa dengan sengaja di muka umum dengan tulisan menghina penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia yang melanggar Pasal 45 A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 207 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP," katanya saat memebacakan putusan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis, 26 Juli 2018.

Hakim sependapat dengan jaksa, perbuatan terdakwa dapat menimbulkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Selain itu, perbuatan terdakwa dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

Vonis majelis hakim itu ternyata lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Salam sidang sebelumnya, jaksa  menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta, subsider empat bulan kurungan.

Pertimbangan hakim memberikan hukuman tersebut, karena terdakwa menyesali perbuatannya bersalah dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi di media sosial.

Kasus bermula kala patroli "cyber" yang dilakukan anggota Direktorat tindak pidana "cyber" Mabes Polri. Saat itu, tim Mabes menemukan, akun jejaring sosial "facebook" yang mengunggah beberapa konten berisi informasi dalam bentuk kata-kata tulisan, kalimat atau gambar yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Unggahan komentar terdakwa di media sosial itu juga bermuatan penghinaan terhadap pemerintah Indonesia atau penguasa sehingga temuan itu ditindaklanjuti dengan pembuatan laporan polisi.

Setelah ditelusuri, akun tersebut adalah milik terdakwa Ramdani dengan nama akun Ramdani Saputra (Dhani Hati Baja). Selain pemilik akun Dhani Hati Baja, terdakwa juga merupakan anggota grup dari kurang lebih 20 grup, baik itu grup publik maupun grup privat yang ada di dalam akun facebook terdakwa serta akun twitter dengan nama "penikmat taubat."

Dari beberapa grup tersebut, terdakwa juga sebagai pembuat dan admin. Salah satu akun yang dibuat terdakwa adalah grup pemburu Kecebong. Dalam akun terdakwa telah mendistribusikan dan mentransmisikan unggahan-unggahan yang bermuatan kalimat-kalimat rasa tidak senang dan ujaran kebencian.

Salah satu unggahan terdakwa diunggah di Facebook pada 4 Desember 2017. Selain pada 13 Januari 2018, terdakwa juga mengunggah dan mendistribusikan dengan salah alah satu unggahan "Apa yang akan terjadi bila 2019 masih Mr Jokowi Presidennya dan penistaan terus terjadi?"

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500