Ilustrasi: Sejumlah personil Satpol PP Foto: Antara

Halangi Pesawat Mendarat, 23 Satpol PP Divonis Penjara

Estimasi Baca:
Minggu, 1 Okt 2017 16:00:52 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Negeri Ngada, Bajawa, Nusa Tenggara Timur telah mengeksekusi 23 terdakwa setelah permohonan kasasi  ditolak Mahkamah Agung. 23 terdakwa divonis penjara karena berkegiatan di areal Bandara itu dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Dwi Raharjanto.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Ngada Suwarsono, 23 terpidana langsung dieksekusi ke rumah tahanan negara Kelas IIB Bajawa untuk menjalani pidana penjara. Terpidana Hendrikus Wake divonis selama 2 tahun, Yohanes Mado 1,5 tahun, dan Adreanus Neke dan lainnya masing-masing 6 bulan.

Baca: Korupsi Alquran, Fahd El-Fouz Divonis 4 Tahun Bui

“Vonis tersebut berdasarkan putusan pengadilan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau,” kata Suwarsono seperti diuktip dari laman kejaksaan pada Minggu, 1 Oktober 2017.

Suwarsono menjelaskan, 23 terpidana tersebut merupakan anggota Satpol PP Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tanpa memperoleh ijin, mereka terbukti melakukan tindak pidana karena melakukan kegiatan di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan. Padahal, otoritas bandar udara sengaja telah membuat penghalang atau obstacle.

Baca: Diklat Maut UII Tewaskan 3 Mahasiswa, Ini Vonis Hakim Untuk Pelakunya

“23 Terpidana akan dijerat dengan Pasal 421 ayat (2) UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP),” ujar Suwarsono

Sebelumnya, pada tanggal 21 Desember 2013 silam sekitar pukul 07.30 WITA 23 orang pelaku berkerumun dan memarkirkan dua kendaraan secara melintang di pertengahan landasan pacu Bandara Soa, sehingga pesawat Merpati Nusantara Airlines penerbangan MZ 6516 tidak dapat mendarat dan Pilot memilih kembali ke Bandara Eltari Kupang demi keamanan dan keselamatan penumpang. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500