Jonru Ginting jalani sidang pembacaan dakwaan (08/01/2018). Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Jonru Divonis 1,5 Tahun Penjara, Bersalah Sebar Ujaran Kebencian

Estimasi Baca:
Jumat, 2 Mar 2018 16:30:28 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru bersalah dalam perkara ujaran kebencian di media sosial. Jonru dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni 2 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan," ucap Ketua Majelis Hakim Antonio Simbolon saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat, 2 Maret 2018.

Baca: Jonru Optimistis Bebas Hadapi Vonis Hakim

Dalam pertimbangan putusan, majelis hakim menilai seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum telah terpenuhi. Jaksa mendakwa Jonru melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Dengan ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan," lanjut Antonio.

Kasus Jonru bermula dari pelaporan yang dilakukan Muanas Alaidid  ke Polda Metro Jaya terkait status Jonru yang diunggah di akun media sosialnya yang mengandung ujaran kebencian terkait suku, agama, dan ras tertentu. 

Dalam akun Facebooknya, Jonru menulis, "Indonesia dijajah Belanda dan Jepang pada 1945, tapi pada 2017 dijajah etnis Cina."

Tonton: Video Suara Takbir Sidang Dakwaan Jonru Ginting

Terkait pelaporan Muannas tersebut, penyidik kepolisian kemudian menetapkan Jonru sebagai tersangka sejak 29 September 2017 dan langsung melakukan penahanan terhadap aktivis media sosial itu. Penyidik menyita laptop dan flash disk Jonru dari rumahnya sebagai barang bukti.

Polisi menjerat Jonru dengan Pasal 28 ayat 2 jucto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500