Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

Kakak Tusuk Adik hingga Tewas Divonis 8 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Kamis, 19 Jul 2018 18:15:05 WIB

Kriminologi.id - Putu Adi Permana (32) dijatuhi vonis delapan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar. Ia terbukti bersalah menusuk adik kandungnya Kadek Ari Permana dengan pisau lipat hingga tewas.

"Bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan berat hingga mengakibatkan adik kandungnya meninggal dunia sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP,"  kata Ketua majelis hakim I.A Adnyadewi saat membacakan amar putusan di PN Denpasar, Kamis, 19 Juli 2018.

Vonis yang diterima Putu Adi lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 12 tahun penjara. Atas putusan tersebut, Putu Adi yang didampingi kuasa hukumnya menyatakan menerima putusan. Sementara jaksa menyatakan pikir-pikir.

Tindakan penusukan itu terjadi pada 11 Februari 2018 dini hari sekitar pukul 02.00 Wita di rumah terdakwa di Perumahan Dalung Permai Blok C Nomor 11, Desa Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Sebelum terjadi penusukan, terdakwa bersama korban yang merupakan kakak beradik sempat melakukan pesta minuman keras bersama rekan mereka I Kadek Dandy hingga malam hari. 

Kemudian korban yang saat itu melihat Kadek Dandy dalam keadaan mabuk berat meminta izin kepada terdakwa agar diperbolehkan menginap.

Namun permintaan itu ditolak terdakwa dan memicu pertengkaran hingga terjadi cekcok mulut. Pertengkaran itu sempat dilerai oleh orang tua keduanya, I Made Suardita dan Ni Ketut Mariani.

Namun, terdakwa yang juga dalam kondisi mabuk dan emosi tidak terima dimaki-maki adik kandungnya sehingga langsung mengambil pisau lipat di dalam kamarnya dan terjadilah penusukan itu.

Akibat penusukan yang dilakukan terdakwa, korban mengalami luka pada dada kiri dan langsung dilarikan ke RSUD Mangusada Kabupaten Badung.

Nahas nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Jasad korban sempat diautopsi di RSUD Sanglah untuk mengetahui penyebab kematian.

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500