Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

Kasus Pemalsuan HGB, Hakim Vonis Lepas Pemilik Mal di Padang

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Nov 2017 06:05:15 WIB

Kriminologi.id - Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Padang, Sumatera Barat, memvonis pengusaha Basrizal Koto atau Basko, pemilik hotel dan mal di Padang, Sumatera Barat, dengan amar lepas dari segala tuntutan hukum. Basko sebelumnya menjadi terdakwa kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB).

"Terdakwa terbukti memenuhi setiap unsur sebagaimana dakwaan jaksa yaitu pasal 263 ayat (1) KUHP, namun perbuatannya bukanlah perbuatan pidana. Sehingga lepas demi hukum," kata hakim ketua Sutedjo, dan hakim anggota I Agnes Sinaga, dalam amar putusan yang dibacakan, Rabu, 22 November 2017.

Hakim berpendapat, perkara yang menyeret nama Basko itu ranah perdata. Meskipun demikian, hakim anggota II R Ari Muladi, mempunyai putusan yang berbeda (dissenting opinion) terhadap perkara itu.

BACA: Eks Politikus PKB Divonis 9 Tahun Bui, Hak Politik Dicabut

Dalam putusannya, ia menyebutkan bahwa perbuatan Basko telah memenuhi setiap unsur yang didakwakan, dan harus dijatuhi pidana.

"Setiap unsur pasal terpenuhi, dan tidak ditemukan keadaan yang bisa menjadi alasan pembenar atau pemaaf. Sehingga hakim berpendapat haruslah dijatuhkan hukuman pidana," kata Ari Muladi.

Meskipun terjadi dissenting opinion, dua suara hakim yang menyatakan dirinya lepas dai segala tuntuan. Sementara Jaksa Penuntut Umum Raadi Oktia N Cs, menyebutkan pihaknya akan mempelajari putusan terlebih dahulu.

"Kami akan mempelajari putusan terlebih dahulu, untuk menempuh upaya hukum selanjutnya yaitu kasasi," katanya.

Sedangkan penasehat hukum Basko, Sati Bagindo Fahmi, menyambut baik putusan tersebut. Ia juga tidak mempersoalkan adanya dissenting opinion di antara hakim anggota.

Menurut R Ari Muladi para pihak mempunyai waktu selama 14 hari untuk memutuskan apakah menerima, atau mengajukan kasasi terhadap putusan.

Putusan lepas yang didapat dari dua hakim itu disambut gembira oleh keluarga serta kerabat Basko, yang hadir di persidangan.

BACA: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Langsung Banding

Sebelumnya, pengusaha Basko menyandang status terdakwa dengan tuntutan hukuman penjara selama tiga tahun.

Kasus itu berawal dari laporan PT KAI Divisi Regional II Sumbar pada 2011 dengan nomor laporan polisi LP/194/XI/2011/SPKT-SBR.

Ia dilaporkan karena dugaan membuat surat palsu untuk menerbitkan Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 200, HGB Nomor 201 dan HGB Nomor 205 terhadap sebidang tanah milik PT KAI yang berada di belakang PT BASKO di Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500