Ilustrasi vonis hakim. Foto: Pixabay.com

Kirim 400 Gram Sabu Via JNE, Rommy Dihukum 14 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Senin, 21 Mei 2018 19:15:53 WIB

Kriminologi.id - Rommy Andrean Gunawan (24), terdakwa pengedar sabu-sabu seberat 406,56 gram, divonis hakim 14 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider enam bulan kurungan penjara. vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar, subsider satu tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin, 21 Mei 2018, mengatakan terdakwa terbukti mengedarkan sabu-sabu dan melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Terdakwa terbukti bersalah melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I melebihi lima gram," kata I Ketut Suarta.

Perbuatan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan dapat merusak moral generasi muda.

Sebelumnya jaksa menuntut Rommy hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp10 miliar, subsider satu tahun penjara.

Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Benny Hariono menyatakan menerima atas putusan hakim. Sedangkan, jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim.

Rommy ditangkap, pada 12 Januari 2018. Dia diminta rekannya Bagus mengambil barang haram sabu-sabu di Pasar Kembang, Surabaya. Rommy bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal, menyerahkan bungkusan berisi barang yang diduga sabu-sabu.

Rommy kemudian mengirimkan barang itu melalui jasa pengiriman JNE di Surabaya, atas nama penerima Susi Sri Widyaningsih (saksi). Sri berangkat ke Denpasar menggunakan travel dan sesampainya di Desa Selemadeg, Tabanan, keduanya dicegat atau diberhentikan oleh dua petugas kepolisian.

Setelah digeledah dalam dompet terdakwa ditemukan slip pengiriman JNE dengan penerima saksi Sri. Terdakwa mengakui bahwa barang itu dikirim dari Surabaya ke Denpasar melalui jasa pengiriman JNE. 

Kemudian terdakwa dibawa oleh petugas kepolisian menuju tempat kosnya di Jalan Pulau Flores, Denpasar. Saat penggeledahan di kamar kos terdakwa ditemukan satu timbangan digital, satu buah buku catatan, 13 bendel plastik klip bening dan satu buah alat isap atau bong.

Dari kos tersebut aparat membawa terdakwa menuju kantor JNE di Jalan Danau Poso. Setiba di sana, petugas meminta terdakwa mengambil dan membuka isi paket yang dikirimnya. Setelah dibuka isi paket itu, ditemukan paket yang diduga berisi sabu-sabu. Dari paket itu, total berat keseruhan narkotik yang diduga sabu-sabu 406,56 gram.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500