Ilustrasi bedak bayi Johnson & Johnson, Foto: Kriminologi.id

Korban Kanker Bedak Bayi Johnson and Johnson Kalah di Pengadilan

Estimasi Baca:
Kamis, 19 Okt 2017 05:10:56 WIB

Kriminologi.id - Upaya banding keluarga korban meninggal akibat kanker indung telur, Jacqueline Fox, terhadap perusahaan Johnson & Johnson berujung gagal. Ia kalah atas upaya banding senilai 72 juta dolar AS di pengadilan tersebut. Kasus Fox masuk ke Pengadilan Banding Missouri, Distrik Timur, Amerika Serikat karena ia menderita kanker akibat penggunaan bedak talek bayi yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Penyebab kekalahan ini, menurut pihak Pengadilan Banding Missouri, karena pengacara korban tetap mengajukan banding di kota St. Louis, negara bagian Missouri. Padahal, Mahkamah Agung setempat telah membatasi tempat tuntutan hukum cedera yang dapat diajukan. Tercatat, korban meninggal Jacqueline Fox sebagai warga negara bagian Alabama. 

Baca: Tak Berniat Bunuh, Perampok Pulomas Ajukan Banding

"Fakta bahwa penggugat penduduk yang menderita cedera serupa tidak mendukung yurisdiksi khusus untuk klaim non-residen," kata hakim Lisa Van Ambur, pada Selasa, 17 Oktober 2017.

Dalam keputusan perkara tersebut, Mahkamah Agung mengatakan bahwa pengadilan negeri tidak dapat mendengar klaim oleh bukan penduduk yang tidak terluka di negara bagian tersebut, atau jika perusahaan terdakwa tidak berbasis di negara bagian itu.

Majelis hakim Missouri, yang terdiri dari tiga hakim, mengutip keputusan tersebut pada putusannya dalam kasus Fox, yang meninggal empat bulan sebelum persidangan. Fox merupakan satu dari 65 penggugat dalam tuntutan hukumnya. Dua diantaranya merupakan penduduk Missouri. 

Baca: Divonis 5 Tahun, Pemilik 165, 77 gram Sabu-sabu Ajukan Banding

Di pengadilan banding tersebut, perkara Fox dan penggugat lain dari luar negara bagian tersebut digabungkan dengan penggugat dari Missouri, meskipun setiap kasus diadili secara terpisah. Pengacara keluarga Fox mengatakan Jacqueline Fox meninggal pada 2015 di usia 62 tahun.

Ia meninggal setelah menggunakan bedak bayi merek Johnson & Johnson dan Shower to Shower selama lebih dari 35 tahun. Perusahaan Johnson & Johnson menjual produk Shower to Shower kepada perusahaan farmasi Valeant Pharmaceuticals International di tahun 2012.

Putusan pada Februari 2016 untuk keluarga Fox merupakan keputusan yang pertama dari 4 keputusan juri senilai 307 juta dolar AS di Pengadilan Negeri St. Louis kepada penggugat. Mereka menuduh perusahaan Johnson & Johnson tidak cukup memberikan peringatan konsumen tentang bahaya kanker dari produk berbasis taleknya itu.

Baca: Andi Narogong Beri Modal Rp 36 Miliar untuk Garap E-KTP

Tuduhan serupa juga pernah dilayangkan oleh sekitar 4.800 penggugat secara nasional kepada perusahaan ini. Jumlah perkara paling banyak yang diajukan kepada Johnson & Johnson berasal dari Missouri. Uniknya, perkara di Missouri ini, sebagian besar diajukan oleh penggugat dari luar negeri. Padahal, pada Juni lalu, Mahkamah Agung setempat telah mengeluarkan keputusanyang membatasi dimana tuntutan hukum cedera itu dapat diajukan.

Pada Agustus lalu, korban kanker akibat penggunaan produk Johnson & Johnson, Eva Echeverria, 63, menang atas gugatan senilai 417 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,5 triliun atas gugatannya kepada perusahaan ini. Pengadilan California pada saat itu memerintahkan perusahaan ini untuk membayar uang sejumlah tersebut.

Korban mengidap penyakit kanker ovarium setelah beberapa dekade lamanya menggunakan produk dari perusahaan tersebut. Namun, saat ini, perusahaan itu sedang mengupayakan banding.

Baca: Sidang E-KTP, Saksi: Irman Bahas Proyek Langsung dengan Gamawan Fauzi

Meski beredar informasi terkait penggunaan produk bedak bayi dari perusahaan ini di Amerika Serikat menyebabkan kanker,  berdasarkan keterangan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan, bedak bayi yang diduga dapat menyebabkan kanker yang beredar di Amerika Serikat adalah produk Johnson’s Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson’s Baby Powder Calming Lavender & Chamomile.

Tentang adanya kandungan pemicu kanker di produk tersebut, dari penelusuran database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, pada Februari 2015, terdapat 9 produk bayi yang dikeluarkan dari perusahaan tersebut dari 75 produk bedak bayi yang ternotifikasi. Namun, nama produk yang disebutkan dalam pemberitaan yang menyebabkan kanker, tidak terdapat dalam data base notifikasi kosmetika.

Komposisi produk bayi Johnson & Johson yang ternotifikasi oleh BPOM mengandung talc dengan kadar 98 - 99,83% dan bahan tersebut masuk dalam kategori aman untuk digunakan bagi anak-anak. Serta, produk tersebut juga tidak mengandung bahan yang dapat memicu kanker. YH

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Bobby Chandra
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500