Korupsi Dana Penelitian, MA Perberat Vonis Penjara Profesor Untad

Estimasi Baca :

Ilustrasi: Uang suap Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi: Uang suap Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Mantan dosen Universitas Tadulako (Untad), Palu, Sulawesi Tengah, Profesor Sultan divonis penjara selama 6 tahun oleh Mahkamah Agung karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana penelitian di universitas tempatnya mengajar. 

Selain pidana penjara, terdakwa juga dijatuhi hukuman dengan membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan. Juga membayar uang pengganti sebesar Rp 311 juta, subsider 1,6 tahun penjara. Putusan Mahkamah Agung tersebut ditetapkan berdasarkan putusan kasasi Nomor: 2002 K/Pid.Sus/2017.

Baca: Sukmawati Buron Sejak Awal Sidang, Hakim Vonis 10 Tahun Penjara

Kepala Humas Pengadilan Negeri Palu, Lilik Sugihartono, mengatakan tindak pidana korupsi yang dilakukan Sultan itu terjadi pada rentang 2014 dan 2015. Sultan melakukankorupsi dana penelitian saat menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau LPPM Univeristas Tadulako.

"Dengan begitu, putusan MA ini dengan sendirinya membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah sebelumnya," kata Lilik di Palu, pada Selasa, 30 Januari 2018.

Seperti diketahui, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah sebelumnya telah menjatuhkan vonis penjara selama 3,6 tahun dan denda Rp 50 juta, subsider dua bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti Rp 311 juta, subsider 8 bulan kurungan kepada terdakwa.

Selain Sultan, kasus korupsi dana penelitian ini juga menjerat mantan Bendahara LPPM Untad, Fauziah Tenri. Pengadilan Tinggi Sulteng menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 2 bulan kurungan. Juga membayar uang pengganti Rp 287 juta, subsider 8 bulan kurungan. 

Vonis terhadap Fauziah juga bertambah dari vonis sebelumnya yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri Palu dengan menghukumnya selama 2 tahun penjara. 

Baca: Korupsi Dana Bansos, Mantan Anggota DPRD Dijebloskan Ke Penjara

Berdasarkan fakta di persidangan, Sultan didakwa melakukan korupsi dengan memotong dana penelitian sebesar 5 persen atau Rp 172,35 juta di 2014 dan Rp 419,725 juta di 2015. Selain itu, ada dana yang tidak dibayarkan ke peneliti, masing-masing Rp172,35 juta di 2014 dan Rp 146,25 juta di 2015. Juga cicilan pembayaran kepada peneliti sebesar Rp 30.9 juta. Dengan demikian, totalnya mencapai Rp 287,7 juta.

Sementara terdakwa Fauziah didakwa melakukan korupsi pemotongan dana penelitian sebesar 5 persen pada tahun 2014 dan 2015 senilai Rp 617,442 juta dan dana yang tidak dibayarkan ke peneliti sebesar Rp 287,7 juta. Akibat perbuatan keduanya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 905,142 juta. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Korupsi Dana Penelitian, MA Perberat Vonis Penjara Profesor Untad

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu