Ilustrasi: Jubir KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Foto: Kriminologi

KPK Menang Kasasi, 7 Tahun Penjara Menanti Muhammad Santoso

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Okt 2017 21:00:18 WIB

Kriminologi.id - Mahkamah Agung mengabulkan kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum KPK, Mochammad Takdir Suhan, terkait perkara yang menjerat Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Muhammad Santoso. Dengan demikian, hukuman terhadap Muhammad bertambah.

“Mahkamah Agung sudah mengabulkan kasasi yang diajukan KPK,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK, Mochammad Takdir Suhan di Jakarta, Rabu, 4 oktober 2017.

Baca: Korupsi Alquran, Fahd El-Fouz Divonis 4 Tahun Bui

Dalam petikan putusan perkara No 1444/K/Pid.Sus/2017 disebutkan, Muhammad Santoso terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Atas alasan itu, pengadilan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman penjara tujuh tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Hukuman tersebut berdasarkan pasal 12 huruf c UU 31 tahun 1999 jo UU 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-KUHP.

Putusan kasasi dijatuhkan oleh majelis hakim yang terdiri atas Abdul Latief, MS Lumme dan Artidjo Alkostar pada 20 September 2017.

Baca: MA Tambah Hukuman Pembobol Kas Daerah Semarang

Kasasi itu memperberat putusan di tingkat pertama yang memutus Santoso divonis lima tahun penjara ditambah denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia dijatuhkan hukuman tersebut karena terbukti menerima uang sebesar 28 ribu dolar Singapura terkait pengurusan perkara perdata.

Pasal yang terbukti juga berbeda dengan putusan di tingkat pertama, yaitu dakwaan subsider dalam pasal 12 huruf b UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Hakim Tipikor Vonis Eks Bupati Klaten 11 Tahun Penjara

Artinya, dalam kasasi, hakim menilai bahwa Santoso terbukti bersama-sama dengan dua hakim Pengadilan Negeri Jakpus, Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya menerima suap sebesar 28 ribu dolar Singapura dari pengacara PT KTP Raoul Adhitya Wiranatakusumah dan stafnya Ahmad Yani.

Putusan itu sesuai dengan tuntutan JPU KPK yang meminta agar Santoso dihukum 7,5 tahun penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan, karena dinilai terbukti bersama-sama dengan dua hakim PN Jakpus Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya menerima suap. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500