pixabay.com

Lolos dari Hukuman Mati, Bandar 11 Kg Sabu-sabu Divonis Seumur Hidup

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Okt 2017 11:46:45 WIB

Kriminologi.id - Dua terdakwa kasus narkotika Wahyudi dan Gusdiman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena terbukti menjadi bandar peredaran 11 kilogram sabu-sabu di Mempawah, Kalimantan Barat. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut keduanya dijatuhi hukuman mati.

"Menjatuhkan terdakwa dengan hukuman seumur hidup," kata Ketua Majelis Hakim Rini Masyithah dalam amar putusannya saat membacakan vonis di PN Mempawah, Selasa 17 Oktober 2017.

Baca: Ridho Rhoma Divonis 10 Bulan, Wajib Jalani Rehabilitasi

Selain menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup, satu unit mobil milik para terdakwa dinyatakan menjadi barang sitaan negara.

Vonis hakim didasari atas tuntutan pasal 114 poin 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika atau narkoba golongan satu dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun, dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda.

Kedua terdakwa yang mendengar vonis itu langsung tertunduk lesu. Kuasa hukum keduanya, M Sholeh menyatakan masih pikir-pikir atas vonis tersebut sebelum mempertimbangkan untuk mengajukan banding atau menerima putusan.

"Kami tentunya juga harus mempertimbangkan beban mental para terdakwa, mengingat vonis yang dijatuhkan sangat berat. Sementara simpang siur kepemilikan sabu 11 kilogram, diakui para terdakwa di persidangan masih ada pihak lain yang terlibat dan melarikan diri sehingga juga perlu dicermati dan diproses hukum," ujar Sholeh.

Baca: Hakim Vonis Kurir Sabu-sabu 20 Tahun Penjara

Dalam pengungkapan kasus yang menjerat Wahyudi dan Gusdiman itu, sebenarnya ada satu pelaku lain yakni Apo yang bertindak sebagai kurir peredaran sabu-sabu. Ia yang  disergap aparat kepolisian di seputar terminal angkutan umum Kubu Raya tewas ditembak di tempat karena berupaya melarikan diri dan melawan petugas. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500