Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

Mama Dea, Penjual Cairan Merkuri 14 Kg di Ambon Divonis 1 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 16:30:52 WIB

Kriminologi.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon memvonis Siti Dewi Amina alias Mama Dea (40), seorang wanita penjual cairan merkuri atau air raksa seberat 14 kilogram satu tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 162 Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan," kata majelis hakim setempat diketuai Pasti Tarigan didampingi Jenny Tulak dan Amaye Yambeyabdi selaku hakim anggota di Ambon, Kamis, 30 Agustus 2018.

Terdakwa juga dihukum membayar denda senilai Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas merkuri. Sedangkan yang meringankan, sikap terdakwa yang sopan dalam persidangan, memiliki tanggungan keluarga, serta belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim juga masih lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku, Siti Martono yang dalam persidangan sebelumnya meminta terdakwa divonis dua tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Mama Dea yang berdomisili di Desa Mamua, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah ini awalnya ditangkap polisi pada akhir Februari 2018.

Saksi Junus Seirlela dalam persidangan sebelumnya, mengatakan bersama saksi Hesly Huwaa meringkus terdakwa pada pada 28 Februari 2018 di terminal Hitu-Hila di kompleks Mardika Ambon.

Kedua saksi mengaku mendapat informasi kalau terdakwa Mama Dea setiap hari Rabu datang di terminal sambil membuka sebuah tas pakaian yang ukurannya sangat berat dan diduga ada cairan merkuri di dalamnya.

Informasi ini kemudian dikembangkan dan saksi membawa surat perintah tugas untuk memeriksa terdakwa dan memeriksa tas pakaian tersebut lalu menemukan sebuah kardus di dalamnya yang diberi lakban.

Setelah kardus tersebut dibongkar lagi, saksi yang merupakan anggota Ditreskrimsus Polda Maluku ini menemukan ada satu jerigen warna putih berisikan cairan air raksa seberat 14 kilogram.

Perbuatan terdakwa sudah dilakukan berulang kali dan pengiriman cairan air raksa yang dikemas dalam tas pakaian ini ditujukan kepada suaminya di Manado, Sulawesi Utara.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500