Ilustrasi vonis hukum (Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id)

Mantan Bupati Nias Divonis 2 Tahun Penjara Terkait Penyertaan Modal

Estimasi Baca:
Jumat, 9 Mar 2018 22:54:44 WIB

Kriminologi.id - Mantan Bupati Nias, Binahati B Baeha divonis dua tahun penjara terkait kasus korupsi dana penyertaan modal senilai Rp 6 miliar ke PT Riau Airlines (RAL), Jumat, 9 Maret 2018. Binahati terbukti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Medan, Sumatera Utara menggelontorkan dana tersebut yang dilakukan pada 2007 tanpa disertai Perda yang mengatur.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan, Ahmad Sayuti mengatakan terdakwa Binahati terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta.

"Menjatuhi terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan," kata Sayuti di Ruang Cakra VI Pengadilan Tipikor PN Medan, Jumat, 9 Maret 2018.

Baca: Suap Moge ke Auditor BPK, Manajer PT Jasa Marga Divonis 1,5 Tahun Bui

Menurut Sayuti, Binahati tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Selain itu, Binhati juga tidak menunjukkan penyesalan terhadap kasus tersebut.

"Terdakwa bersalah karena menggelontorkan dana penyertaan modal tanpa disertai Perda yang mengatur. Namun, kebijakan terdakwa dapat dinikmati masyarakat Nias pascabencana gempa bumi," kata Sayuti.

Atas putusan tersebut, Binahati mengajukan banding usai berkonsultasi dengan penasihat hukum. Terkait putusan itu, pihak jaksa juga melakukan hal yang sama dengan menyatakan banding.

"Saya mengajukan banding atas putussn ini yang mulia," kata Binahati di hadapan majelis hakim.

Dalam dakwaan pada sidang sebelumnya, jaksa menuntut hukuman penjara selama delapan tahun denda Rp 200 juta subsidair lima bulan kurungan.

Sebelumnya, Binahati didakwa melakukan perbuatan melawan hukum, yakni dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi saat menjabat sebagai Bupati Nias.

Baca: Jonru Divonis 1,5 Tahun Penjara, Bersalah Sebar Ujaran Kebencian

"Terdakwa Binahati B Baeha bertindak sendiri atau secara bersama-sama dengan saksi Heru Nurhayadi selaku Direktur PT Riau Airlines, dalam kurun waktu sekitar Juni hingga Desember 2007, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Nias sebesar Rp 6 miliar," kata JPU Yus Iman, Kamis, 26 Oktober 2017. 

Jaksa menyatakan, Binahati saat menjabat Bupati, terindikasi korupsi pada penyertaan modal ke PT Riau Airlines. Kebijakan penyertaan modal itu terbukti tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.12-233 pada 2006. Hal ini terlihat dari tidak adanya Peraturan Daerah Pemkab Nias terkait hubungan kerja sama tersebut. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500