Ilustrasi vonis hukum. Foto: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Mantan Pramuria Dihukum Dua Tahun Penjara karena Jual Obat PCC

Estimasi Baca:
Selasa, 27 Feb 2018 06:05:28 WIB

Kriminologi.id - Seorang mantan pramuria di salah satu karaoke di Kota Ambon, Rofita Debora Ratu, divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon dua tahun penjara. Debore terbukti menjual penjual obat mengandung Paracetamol, Carisoprodil dan Cafein (PCC).

Majelis hakim Pengadilan Ambon yang diketuai Lucky Rombot Kalalo didampingi Philip Panggalila dan Hery Setyobudi sebagai hakim anggota menyatakan Debora terbukti bersalah melanggar pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Penasihat hukum Debora, Marcel Hehanussa di Ambon, Maluku, Senin, 26 Februari 2018, mengatakan kliennya menyatakan menerima putusan itu.

Baca: Sejoli Pengedar Sabu di Bali Divonis 12 Tahun Bui

"Putusan majelis hakim sudah memiliki kekuatan hukum tetap karena klien kami maupun JPU Kejari Ambon, Lilia Heluth menyatakan menerima putusan," kata Marcel.

Marcel menambahkan, putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa dalam persidangan Januari 2018 yang meminta terdakwa divonis dua tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Hal yang memberatkan Debora karena tebukti menjual obat mengandung PCC dan mengancam kesehatan orang lain. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya serta belum pernah dihukum. 

Baca: Perkosa Anak 15 Kali, Ayah Bejat Dihukum Kerangkeng 11 Tahun

Debora merupakan mantan pramuria pada salah satu karaoke di Kota Ambon yang menjual mengandung PCC. Debora menjual obat itu kepada tiga rekannya yang masih bekerja di tempat hiburan malam tersebut.

Sandra yang menjadi saksi dalam kasus itu mengaku membeli obat tersebut karena alasan mengatasi sakit giginya. Sementara Vina, saksi lainnya mengaku empat kali membeli obat dari Debora untuk menghilangkan stres dan tidur malam bisa lebih nyenyak.

Debora menjual obat itu seharga Rp 100 ribu untuk satu strip berisikan sepuluh butir. Sedangkan saksi Julia yang lima kali membeli obat tersebut mengaku mengenali terdakwa sebagai penjual pakaian.

Para saksi juga mengaku baru mengetahui dampak buruk dari konsumsi obat tersebut setelah melihat pemberitaan di televisi tentang korban PCC yang kritis di Kendari tahun lalu. Dampak yang dirasakan tubuh setelah mengkonsumsi obat yang dibeli terdakwa adalah badan terasa lemas.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500