Buni Yani, Foto: Antara

Manuver Buni Yani Pasca Penolakan Vonis

Estimasi Baca:
Rabu, 15 Nov 2017 06:00:32 WIB

Kriminologi.id - Terdakwa kasus ujaran kebencian dan penghasutan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA, Buni Yani, tidak langsung menerima putusan vonis 1,5 tahun penjara yang diketuk oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung, Selasa sore, 14 November 2017.

Buni Yani langsung mengajukan banding. Pengajuan upaya banding ini diajukan setelah dia berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya di ruang sidang.

Tidak hanya mengajukan upaya banding, Buni Yani dan tim kuasa hukum juga balik melaporkan majelis hakim yang dipimpin M. Saptono ke Komisi Yudisial atau KY.

Baca: Buni Yani Hadapi Vonis, Pengamanan Sidang Lapis Empat

Aldwin, kuasa hukum Buni Yani mengatakan, dasar pelaporan itu karena menganggap hakim saat memvonis tidak berdasar dan mengesampingkan fakta persidangan. Rencananya, kuasa hukum akan melaporkan majelis hakim, Kamis, 16 November 2017.

"Saya akan laporkan hakim ke Komisi Yudisial," ujar Aldwin saat ditemui seusai menemui massa pendukung kliennya di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017.

Tim kuasa hukum Buni Yani juga segera mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Menurut rencana, pengajuan banding ini akan dilakukan pekan depan.

Baca: Pledoi 166 Halaman Ditolak, Buni Yani: Lucu

Sidang dengan terdakwa Buni Yani digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Kota Bandung berlangsung sejak siang hingga sore hari. Sidang pembacaan vonis dihadiri ratusan pendukung, hadir diantaranya tokoh politik Amien Rais.

Dalam pembacaan vonis, majelis hakim menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Baca: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Langsung Banding

Hakim menilai Buni Yani terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa seizin Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hakim juga menilai Buni terbukti mengubah durasi video tersebut.

Sesuai dengan fakta persidangan, video asli berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik, sedangkan video yang diunggah oleh Buni Yani dalam akun Facebook-nya hanya 30 detik. Meski telah divonis selama 1,5 tahun penjara, Buni Yani tidak ditahan. YE

KOMENTAR
500/500