Sidang Vonis Kasus Keterangan Palsu Miryam S Haryani, Foto: Kriminologi.id/Dimeitri Marilyn

Miryam Divonis 5 Tahun Bui, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Estimasi Baca:
Senin, 13 Nov 2017 13:05:15 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhakn hukuman penjara selama lima tahun  dan denda sebesar Rp 200 subsidair tiga bulan kurungan kepada mantan politisi Partai Hanura, Miryam S. Haryani.

Menurut hakim, Miryam terbukti memberikan keterangan palsu pada sidang perkara korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.
 
"Maka dengan ini kami menimbang dan menjatuhkan kepada terdakwa Miryam S Haryani dengan pidana penjara lima tahun dan pidana denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan," kata Ketua Majelis Hakim Frangky Tambuwun di PN Tipikor, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penunutut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 300 Juta.

Baca: Kasus E-KTP: Saksi Akui Pernah Antar Rp 1 Miliar untuk Miryam Haryani

Menurut Franky, Miryam terbukti melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 "Terdakwa juga terbukti berbohong karena tidak mendapat tekanan dan ancaman dari tiga penyidik KPK Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M. Irwan Susanto selama pemeriksaan di KPK pada 1, 7 dan 14 Desember 2016 dan 2 Januari 2017," ujar Franky.

Franky menambahkan jika pernyataan Miryam tidak searah dengan keterangan kesaksian tiga penyidik KPK tersebut yang telah dihadirkan Majelis Hakim di persidangan e-KTP pada 30 Maret 2017.

“Keterangan dari terdakwa Miryam juga tidak terbukti dari rekaman CCTV  yang dihadirkan penyidik KPK dan keterangannya tidak sama dengan tiga penyidik KPK lainnya yang disebut dalam persidangan e-KTP," kata Franky.

Baca: Polisi Akan Cecar Miryam Terkait Aris Budiman KPK

Adapun alasan yang meringankan adalah Miryam dinilai berlaku sopan selama persidangan. Selain itu tanggungannya sebagai ibu juga diperhitungkan. Sementara hal yang memberatkan vonis lima tahun ini lantaran Miryam dianggap tak membantu program pemerintah yang tengah gencar memberantas korupsi dan tak mengakui perbuatannya.

Saat ditanya hakim apakah dirinya akan melakukan banding, Miryam menyebut masih akan pikir-pikir dahulu. Hal yang sama juga disampaikan oleh JPU KPK.

“Saya masih pikir-pikir dahulu yang mulia,” kata Miryam. MG

Reporter: Dimeitri Marilyn
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Bobby Chandra
KOMENTAR
500/500