Pelaku Perampokan Pulomas, Ius Pane (kedua kanan). Foto: Antara

Pelaku Pembunuhan Pulomas Resmi Ajukan Banding

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Okt 2017 21:10:01 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis mati terdakwa pembunuhan dan perampokan Ridwan Sitorus dan Erwin Situmorang. Vonis tersebut diberikan hakim atas kasus pencurian disertai pembunuhan di Pulomas beberapa waktu lalu.

Pengacara para terpidana Amudi Sidabutar, resmi mengajukan banding atas putusan pengadilan itu. Amudi mengatakan, akta pernyataan banding sudah ditandatangani Senin, 23 Oktober 2017.

“Sudah menandatangani akta pernyataan banding kemarin. Jadi sudah kita ajukan secara formal,” katanya melalui sambungan telepon kepada Kriminologi, Selasa, 24 Oktober 2017.

Amudi menyatakan, pihaknya mengajukan banding dan mempersoalkan tentang pembunuhan berencana yang dijatuhkan hakim beberapa waktu lalu.

“Tentang pembunuhan berencana, karena tidak ada bukti atau fakta yang menunjukkan bukti untuk melakukan pembunuhan berencana," ujar Amudi.

BACA: Divonis Mati, Perampok Pulomas Terbukti Lakukan Pembunuhan Berencana

Ia juga menjelaskan, hakim juga mengakui bahwa para terpidana saat melakukan perampokan sudah biasa menyekap dan mengunci korban di ruangan.

“Korban-korban sebelumnya tidak pernah ada yang meninggal. Bagaimana kejadian di Pulomas bisa disebut pembunuhan berencana? Sebelumnya mereka melakukan pencurian di Bogor juga mengunci korbannya di ruangan,” katanya menegaskan.

Amudi membantah bahwa kematian para korban tersebut dilakukan dengan perencanaan oleh kedua pelaku.

"Kalau pembunuhan berencana, para pelaku mengorganisir dan merecanakan atas hilangnya nyawa. Kapan perencanaanya?" tegasnya.

BACA: Dua Pelaku Perampokan Pulomas Divonis Mati

Amudi juga mengatakan memori banding belum selesai dan masih disusun. Pihaknya mengusahakan memori banding akan rampung minggu ke depan dan siap dimasukkan ke PN Jaktim.

Amudi mengatakan, pihaknya hanya menangani banding atas terdakwa Ridwan Sitorus alias Ius Pane dan Erwin Situmorang yang dijatuhi hukuman vonis mati. Sementara Alfin Sinaga yang divonis penjara seumur hidup memisahkan diri.

Kasus perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, terjadi pada Senin, 26 Desember 2016, sekitar pukul 14.26 WIB. Sementara perampokan dan penyekapan yang dilakukan para pelaku baru diketahui warga sekitar pukul 10.10 WIB, Selasa, 27 Desember 2016.

BACA: Perjalanan Kasus Perampokan Pulomas, dari Beraksi Hingga Disidangkan

Pelaku menyekap korbannya di rumah dalam kamar mandi berukuran 2 x 1 meter. Akibatnya enam orang tewas, yaitu Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla, Amalia Calista, Sugiyanto, dan Tarso.

Dua pelaku perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, Ius Pane dan Erwin Situmorang divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sementara Alfin Sinaga dihukum penjara seumur hidup.

Pada sidang yang berlangsung, Selasa, 17 Oktober 2017, Majelis Hakim menyampaikan fakta-fakta hukum bahwa ketiga terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana.

Reporter: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500