Dok. Ilustrasi Pembunuh dan Pemerkosa Bocah SD. Foto: Pixabay

Pembunuh dan Pemerkosa Bocah SD Divonis 10 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Rabu, 13 Des 2017 23:30:51 WIB

Kriminologi.id - Andreas alias Unyil, terdakwa kasus pembunuhan disertai pemerkosaan dan sodomi terhadap P, bocah SD berusia 8 tahun divonis penjara selama 10 tahun. Vonis tersebut dibacakan oleh ketua majelis hakim Sobur Prasetyo di Pengadilan Negeri Palembang pada Rabu, 13 Desember 2017.

Dalam persidangan terungkap, terdakwa yang merupakan warga Jalan Ki Merogan Lorong Aman RT 23/09 Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, terbukti melakukan pembunuhan terhadap P setelah sebelumnya memperkosa dan menyodominya terlebih dahulu.

Oleh pelaku, korban yang sudah tewas itu dimasukkannya ke dalam karung. 

Baca: Murid SD Korban Sodomi di Tasikmalaya Dijanjikan Layang-Layang

"Namun, terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan dengan pasal 340 dalam dakwaan primer. perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 81 ayat 1 Jo pasal 76 D UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 56 ke 1,2 KUHP," kata majelis hakim.

Atas perbuatan terdakwa, selain menjatuhkan hukuman pidana selama 10 tahun penjara, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Usai mendengarkan putusan majelis hakim, terdakwa langsung berkonsultasi dengan kuasa hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Sejahtera Palembang A Rizal dan Eka Sulastri. Usai berkonsultasi, terdakwa menerima hukuman tersebut

"Saya terima yang mulia," ujar terdakwa di pengadilan.

Baca: Bocah 5 Tahun Korban Pencabulan Lenteng Agung Mengeluh Sakit

Hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, M Purnama Sofyan, yang meminta terdakwa dipidana 20 tahun penjara.

Tuntutan jaksa berdasarkan pasal 340 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sesuai perumusan dalam pasal 81 ayat 1 Jo pasal 76 D UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 56 ke 1,2 KUHP.

"Atas putusan ini kami akan melapor kepada pimpinan terlebih dahulu dan masih pikir-pikir," kata Purnama.

Sementara orang tua korban, Sri Hartati, mengatakan tidak terima dengan keputusan hakim tersebut. 
"Kami tidak terima kalau dihukum 10 tahun," kata Sri. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500