Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Pembunuh Pasutri Jepang di Bali Nangis Dengar Vonis Hakim

Estimasi Baca:
Selasa, 27 Mar 2018 10:52:59 WIB

Kriminologi.id - I Putu Astawa (25), terdakwa kasus pembunuhan pasangan suami istri asal Jepang, Matsuba Hiroko dan Matsuba Norio, di Jimbaran, Badung, Bali, divonis 15 tahun penjara. Menurut hakim, terdakwa terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan kedua korban.

Putusan Pengadilan Negeri Denpasar itu dibacakan oleh Hakim Ketua I Wayan Sukanila, Senin, 26 Maret 2018. Putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa yang menuntut dirinya dihukum penjara selama 15 tahun.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap I Putu Astawa, dengan penjara selama 15 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Perintah, terdakwa tetap ditahan," kata Hakim Ketua I Wayan Sukanila, Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 26 Maret 2018.

Hal yang meringankan terdakwa menurut hakim, adalah koperatif selama persidangan serta tindakan pembunuhan dilakukan tanpa unsur terencana. Dalam persidangan itu, terdakwa sempat menangis mendengar putusan yang dibacakan hakim.

Pembunuhan terhadap Matsuba Hiroko dan Matsuba Norio di Puri Gading, Jimbaran Kuta, Badung terjadi pada Minggu, 3 September 2017, sekitar pukul 08.30 Wita.

Saat itu pelaku yang sedang melintas di depan rumah korban melihat pintu gerbang terbuka. I Putu Astawa lalu masuk ke dalam rumah itu melalui pintu garasi mobil yang juga dalam keadaan terbuka. 

I Putu Astawa lalu masuk ke dalam rumah dan melihat Matsuba Hiroko sedang berdiri di dalam kamar. Dia kemudian masu ke kamar dan menarik tas yang sedang dibawa. Korban sempat melawan dengan mendorong terdakwa hingga terjatuh.

Pelaku lalu mengambil pisau dan menikam korban di bagian leher kiri dan kanan sebanyak tiga kali, terdakwa lalu menusukan lagi di bagian perut korban sebanyak dua kali. Terdakwa juga menjerat leher korban mengunakan tali rafia. 

Usai tewas, I Putu Astawa, terdakwa kemudian membongkar lemari dan mencari barang berharga. Istri korban, Matsuba Norio, saat itu masuk ke dalam kamar. Ia kaget setelah melihat banyak darah di kamar dan suaminya tergeletak. 

I Putu Astawa kemudian mendorongnya hingga jatuh di lantai dan langsung menusuk korban di bagian leher dengan pisau. Usai keduanya tewas, korban sempat mengganti bajunya yang berlumuran darah dengan baju milik korban.  

Terdakwa kemudian keluar dari rumah korban mengendarai mobil milik korban menuju tempat istrinya bekerja sekitar pukul 14.00 Wita. Untuk menghilangkan jejak, terdakwa juga membakar mayat korban dan rumahnya. Setelah membakar dua jenazah korbannya, terdakwa keluar dari rumah korban dengan memanjat pagar tembok dan berjalan kaki ke kos terdakwa.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500