Ilustrasi Penjara. Foto: Unsplash.com

Pembunuh Siswa SMK Dirgantara Divonis 8 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Senin, 8 Jan 2018 21:45:30 WIB

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada FR, pelaku pembunuhan siswa SMK Dirgantara Bandung, Fahmi Amrizal. Sidang berlangsung tertutup di ruang sidang anak karena pelaku masih di bawah umur.

"Mengadili, menyatakan, anak FR terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pembunuhan sesuai dakwaan primer. Menjatuhkan pidana oleh karenanya dengan pidana penjara selama delapan tahun," kata ketua majelis hakim, Rudy Martinus saat membacakan amar putusan di PN Bandung, Senin, 8 Januari 2018. 

Baca: Dendam Picu Perdiansyah Tusuk Fahmi Siswa SMK Dirgantara

Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa Gani Alamsyah yang menuntut pelaku dengan hukuman 10 tahun penjara. 

Dalam amar putusannya, majelis hakim memutuskan untuk menjatuhi vonis di bawah tuntutan jaksa karena pelaku telah mengakui perbuatannya dan bersikap sopan selama persidangan. Selain itu, usia pelaku yang masih di bawah umur juga turut menjadi pertimbangan majelis hakim.

Pelajar SMK Dirgantara Bandung Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusuk. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pembunuhan Fahmi terjadi pada Rabu 6 Desember 2017 lalu. Fahmi tewas ditusuk FR di Gang Hegarmanah Jalan Paralon I, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, pada Rabu malam, 6 Desember 2017. 

Baca: Fakta-fakta Tewasnya Fahmi Siswa SMK Dirgantara

Polisi kemudian menangkap FR yang tak lain adalah teman sekolah Fahmi. Kepada polisi, FR mengaku menyimpan dendam hingga memutuskan untuk menikam teman sekolahnya itu.

Penyelidikan polisi pun tak menemukan pelaku penusukan lain selain FR.

"Jadi pelaku ini sudah punya dendam sama korban. Entah dendamnya apa itu, nanti di persidangan terungkapnya," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo di Bandung, Sabtu, 9 Desember 2017 lalu. RZ

Infografik Kronologi Tewasnya Siswa SMK Dirgantara Fahmi Amrizal. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

 

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500