Ilustrasi vonis hakim, Foto: Istimewa

Pemilik 10 Paket Sabu-sabu Divonis Empat Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Rabu, 6 Des 2017 06:05:46 WIB

Kriminologi.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap dan denda Rp 800 juta subsider kurungan dua bulan kepada Ahmad Junaidi Sabar karena memiliki 10 paket sabu-sabu. Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Mercy de Lima.

"Memutuskan terdakwa divonis empat tahun penjara dikurangi masa tahahan karena terbukti memiliki 10 paket sabu-sabu serta menetapkan terdakwa tetap berada dalam ruang tahanan," kata ketua majelis hakim Samsidar Nawawi didampingi Mathius dan Esau Yaisetouw selaku hakim anggota saat membacakan amar putusan di PN Ambon, Selasa, 5 Desember 2017.

Baca: Tak Terima Putusan Sidang, Penjahat Perang Minum Racun Depan Hakim

Menurut hakim, terdakwa melanggar pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hal yang memberatkan terdakwa lantaran perbuatannya bertentangan dengan aturan pemerintah. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan, menjadi tulang punggung keluarga, dan belum pernah dihukum.

Ahmad Junaidi Sabar awalnya diringkus aparat kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Maluku pada 5 April 2017 di kawasan Jalan Sultan Baabullah Ambon. Penangkapan ini bermula dari informasi kepada polisi yang mengatakan ada transaksi penjualan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu di sekitar kawasan Jalan Sultan Babbullah Ambo. Infoman juga menyebutkan ciri-ciri terdakwa.

Berdasarkan data yang diterima, polisi kemudian mengintai dan menemukan orang yang ciri-cirinya sama dengan gambaran yang diterima. Ahmad langsung diringkus dan ditemukan barang bukti berupa lima paket sabu yang dibungkus dalam plastik kuning lalu disimpan dalam jok sepeda motornya.

Baca: Penyelundup Manusia ke Malaysia Divonis 5 Tahun Penjara

Polisi juga menemukan lima paket sabu-sabu lainnya beserta uang tunai Rp 940.000. Sebagian dari uang itu merupakan hasil transaksi narkotika sehingga disita dan sebagian lagi uang milik terdakwa untuk perbaikan sepeda motornya. Dari pengembangan penyidikan terhadap terdakwa, polisi mengetahui kalau yang bersangkutan sudah berulang kali diminta saksi Adrianto Hamid mengantarkan serta menjual sabu-sabu kepada orang lain.

Atas keputusan majelis hakim, JPU menyatakan menerimanya sedangkan terdakwa melalui penasihat hukumnya Beny Tasijawa menyatakan masih pikir-pikir. Terdakwa diberikan kesempatan selama tujuh hari untuk menyatakan sikap. AN

Penulis: Adryan Novandia
Redaktur: Nula
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500