Pemilik Bengkel Palsukan Ijazah Calon Bintara Dihukum 5 Tahun Penjara

Estimasi Baca :

Ilustrasi Ijazah Palsu. Foto: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Ijazah Palsu. Foto: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Pemilik bengkel yang menjadi terdakwa kasus pembuatan ijazah palsu dijatuhi hukuman oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon lima tahun penjara. Taher, seorang pemilik bengkel bersama istrinya Naspiah (almarhum) terbukti membantu pembuatan ijazah palsu kepada Suwardy untuk mengikuti seleksi penerimaan calon bintara Polri di Polda Maluku tahun 2016.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 362 ayat (1) KUH Pidana dan menjatuhkan vonis lima tahun penjara serta memerintahkan yang bersangkutan tetap berada dalam ruang tahanan," kata Ketua Majelis Hakim PN setempat Christina Tetelepta didampingi Syamsudin La Hasan dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota di Ambon, Kamis, 22 Februari 2018.

Majelis hakim juga menyatakan, terdakwa divonis penjara karena perbuatannya telah merugikan orang lain, sedangkan yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan dan belum pernah dihukum.

Baca: Penyebar Hoaks Megawati Minta Adzan di Masjid Ditiadakan Ternyata Guru

Putusan yang diterima terdakwa lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Maluku, Awaluddin dan Evie Hattu yang menuntut terdakwa divonis penjara selama tujuh tahun penjara.

Terdakwa dan jaksa menyatakan pikir-pikir terhadap putusan itu sehingga diberikan kesempatan selama tujuh hari untuk menyampaikan sikap.

Taher merupakan seorang pemilik bengkel bersama istrinya Naspiah (almarhum) yang berprofesi sebagai guru membantu pembuatan ijazah palsu kepada Suwardy alias Ahmad Irfansah Riyadi. Ijazah itu digunakan untuk mengikuti seleksi penerimaan calon bintara Polri di Polda Maluku tahun 2016.

Suwardy yang juga telah divonis penjara ini mengaku membuat ijazah palsu melalui jasa terdakwa dan istrinya telah mentransfer uang ratusan juta rupiah kepada Taher.

Taher juga mengaku menerima dana transfer dana Rp 170 juta ketika melakukan pembuatan ijazah dan identitas baru dan memperlancar proses seleksi bintara polri.

Baca: Siswa Bunuh Guru di Sampang Didampingi Orang Tua Saat Sidang

Dalam persidangan itu, Suwardy mengaku datang dari Sulawesi Tenggara karena mendengar nama Taher bersama isterinya Naspiah yang sering membantu orang lain untuk melakukan perubahan ijazah.

Untuk pembuatan ijazah palsu sendiri, terdakwa mengakui saksi Tety Sriyenti yang merupakan rekan guru istrinya Napsiah (almarhumah) diberikan uang Rp 500 ribu untuk fotocopy ijazah dan stempel tiga jari.

Tety Sriyenti sendiri telah dijatuhi vonis 1,8 bulan penjara sedangkan saksi Suwardy alias Ahmad Irfansah Riyadi dijatuhi hukuman 1,2 tahun penjara oleh majelis hakim PN Ambon awal Januari 2018.

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Pemilik Bengkel Palsukan Ijazah Calon Bintara Dihukum 5 Tahun Penjara

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu