Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Pengumpul Batu Bahan Air Raksa Dihukum 8 Bulan Penjara

Estimasi Baca:
Kamis, 10 Mei 2018 11:30:31 WIB

Kriminologi.id - Sopaheluwakan alias Yovan, terdakwa kasus pengumpul batu cinnabar sebanyak 162 karung dihukum Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon selama delapan bulan penjara. Yovan terbukti tanpa izin mengangkut dan membawa cinnabar.

Batu cinnabar sendiri merupakan salah satu jenis batuan mineral yang dapat menghasilkan jenis logam merkuri atau air raksa.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 161 Undang-Undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara karena tidak memiliki izin resmi untuk mengangkut dan membawa cinnabar sehingga dihukum penjara selama delapan bulan," kata ketua majelis hakim PN setempat, Hamzah Kailul di Ambon, Rabu, 9 Mei 2018.

Selain itu, Yovan juga dihukum membayar denda senilai Rp500 juta subsider satu bulan kurungan. Hal yang memberatkan terdakwa adalah karena tidak memiliki izin usaha pertambangan, sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan, memiliki tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut dihukum satu tahun penjara, denda senilai Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Kasus itu berawal saat Yovan dihubungi oleh saksi Sugiono alias Ko Fui untuk mencari contoh atau sampel batu cinnabar dan dikirim ke alamatnya Jalan Kebun Jeruk XVIII Nomor 54 B Jakarta Barat.

Pada September 2017, Ko Fui mentransfer uang sebesar Rp 129 juta kepada terdakwa untuk membeli material tambang mineral logam jenis cinnabar sebanyak 1,4 ton.

Kemudian pada Oktober 2017, terdakwa Yovan dihubungi saksi untuk menjemputnya di Bandara Internasional Pattimura Ambon karena yang bersangkutan akan datang ke Kota Ambon.

Keduanya langsung berangkat Desa Iha-Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang merupakan lokasi penambangan cinnabar, menemui seorang warga bernama Ny Indra lalu menanyakan punya batu cinnabar atau tidak.

Saksi Ny Indra mengatakan akan mempersiapkannya lalu terdakwa pulang ke Jakarta, kemudian selang dua hari mentransfer uang sebesar Rp 95 juta kepada saksi yang telah menyiapkan 840 kiloram (kg) cinnabar.

Awal November 2017 saksi kembali ke Kota Ambon menemui terdakwa Yovan lalu bersama-sama ke Kantor BCA mencairkan uang senilai Rp 200 juta dan diberikan kepada saksi untuk mencari batu cinnabar. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500