ilustrasi E-KTP. ilustrasi: Kriminologi.id

Perbandingan Tuntutan dan Vonis Terdakwa E-KTP, Setnov Paling Berat

Estimasi Baca:
Sabtu, 31 Mar 2018 06:00:02 WIB

Kriminologi.id - Pengungkapan kasus korupsi proyek e-KTP masih terus berlangsung. Tujuh orang dari berbagai latar belakang terjerat dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun ini. Mulai dari unsur pemerintah yaitu Kementerian Dalam Negeri, unsur anggota DPR, hingga unsur swasta yaitu pengusaha. 

Sebagian telah mendapat vonis hukuman, sebagian masih berproses di pengadilan, dan masih ada yang dalam proses pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Adalah Setya Novanto yang akhirnya dituntut 16 tahun bui dan denda Rp 1 miliar serta pencabutan hak politik oleh Jaksa KPK pada sidang yang berlangsung Kamis, 29 Maret 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Nama mantan Ketua DPR RI itu menjadi sentral dalam pusaran kasus ini. Ia dianggap sebagai pihak yang sejak semula merencanakan, mengatur, dan menerima aliran dana dari korupsi pengadaan proyek KTP Elektronik ini.

Dalam pengungkapan kasus ini, sebelumnya sudah ada tiga nama yang telah berstatus terpidana. Ketiganya telah mendapat vonis berbeda oleh majelis hakim. 

Berikut nama terpidana dalam kasus ini yang dirangkum oleh Kriminologi.id

1. Sugiharto

Sugiharto menjadi terdakwa dengan tuntutan hukuman paling ringan jika dibanding dengan yang lainnya.

Jaksa KPK menuntut Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini dengan hukuman selama 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

2. Irman

Selanjutnya adalah Irman, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Kemendagri. Sama halnya seperti Irman, Jaksa KPK menuntut Irman dengan hukuman selama 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan

3. Andi Narogong

Terakhir adalah pengusaha yang juga dikenal dengan nama Andi Agustinus. Jaksa KPK menuntut Andi dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan.

Ketiga nama terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP di atas pada akhirnya menerima vonis yang dijatuhi majelis hakim dengan jumlah hukuman yang sama sesuai dengan tuntutan yang diajukan oleh jaksa.

Sebelumnya, ketiga nama tersebut juga diketahui mengajukan diri menjadi justice collaborator seperti yang juga dilakukan oleh Setya Novanto. Namun, berbeda nasib dengan Setya Novanto, pengajuan status ketiganya diterima oleh hakim.

Kendati demikian, majelis hakim tetap menjatuhkan vonis hukuman sesuai dengan tuntutan jaksa mengingat besarnya kerugian negara atas kasus ini.

Melihat pada fakta di atas, Setya Novanto menjadi terdakwa yang menerima tuntutan hukuman terberat yaitu 16 tahun dan denda Rp 1 miliar beserta pencabutan hak politik.

Selain itu, berkaca pada Irman, Sugiharto dan Andi Narogong yang menerima vonis sesuai dengan tuntuntan jaksa, apakah mantan Ketua DPR RI itu akan menerima nasib yang sama dengan ketiga terdakwa sebelumnya? Menarik untuk ditunggu hingga sidang putusan. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500