Ilustrasi polisi nyabu. Foto: Kriminologi.id

Polisi Nyabu Divonis 1 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Jumat, 8 Des 2017 08:00:26 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Ambon menjatuhi hukuman 1 tahun penjara kepada Johanes Brono, anggota kepolisian yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Johanes terbukti sebagai pengguna sabu-sabu, namun tidak terbukti sebagai pengedar.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 127 ayat (1) huruf A Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai dakwaan lebih subsider, sehingga dihukum satu tahun penjara," kata ketua majelis hakim Jenny Tulak saat membacakan vonis di PN Ambon, Kamis, 7 Desember 2017.

Baca: Kapolsek di Nias Terlibat Peredaran Sabu-sabu 15 Kilogram

Majelis hakim dalam amar putusannya juga menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 114 sebagai dakwaan primair, maupun pasal 112 UU narkotika sebagai dakwaan subsider sehingga dibebaskan dari segala dakwaan jaksa.

Karena itu, terdakwa hanya dijatuhi vonis penjara selama setahun karena terbukti melanggar pasal 127 ayat (1) huruf A UU Narkotika sebagai seorang pecandu.

Dalam persidangan sebelumnya, JPU Kejati Maluku Mercy de Lima menuntut terdakwa selama 1,5 tahun penjara. Hal yang memberatkan terdakwa dituntut penjara karena Johanes adalah seorang anggota Polri yang seharusnya mendukung program pemerintah dalam mencegah dan memberantas narkoba. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa mengakui perbuatannya, memiliki tanggungan keluarga serta belum pernah dihukum.

Baca: Kapolsek Terlibat Peredaran Sabu-sabu di Nias Terancam Dipecat

Johanes Brono awalnya ditangkap saksi Irwan dan Saeful Rahman di rumahnya sekitar kawasan Kelurahan Amantelu, Kota Ambon pada 8 April 2017. Penangkapan terdakwa dilakukan Irwan dan rekan-rekannya dari Dit Resnarkoba Polda Maluku bersama penyidik BNN Maluku setelah melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap saksi Andrianto Hamid.

Barang bukti yang ditemukan berupa dua plastik bening berisi benda putih kristal seberat 1,01 gram dan sebagian dikirim ke Laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan Ambon untuk diteliti. Hasil pemeriksaan urine terdakwa juga terbukti mengandung narkotika, sehingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai pecandu, sementara unsur mengedarkan sabu-sabu tidak terbukti. AN

KOMENTAR
500/500