Ilustrasi sabu-sabu Fotp: Kriminologi.id

Polisi Nyambi Kurir Narkoba Divonis 5 Tahun Bui dan Denda Rp 1 M

Estimasi Baca:
Jumat, 20 Okt 2017 10:37:08 WIB

Kriminologi.id - Selesai sudah karir Bripka Rahman Effendi di kepolisian. Ia divonis hukuman penjara 5 tahun 7 bulan dan denda Rp 1 miliar karena menjadi jadi kurir sabu-sabu.

"Terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ujar Ketua Majelis Hakim, Purnomo di Pengadilan Negeri Sampang, Jawa Timur,  Kamis 19 Oktober 2017.

Baca: Lolos dari Hukuman Mati, Bandar 11 Kg Sabu-sabu Divonis Seumur Hidup 

Selain hukuman penjara, Bripka Rahman juga divonis membayar denda Rp 1 miliar, yang jika tak sanggup dipenuhi diganti dengan kurungan selama 2 bulan.  Vonis yang diterima Bripka Rahman lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut dengan hukuman 8 tahun penjara.

Kasus yang membelit anggota Polres Sampang ini berawal dari penggerebekan jaringan pengedar narkotika jenis sabu-sabu di suatu tempat di Kabupaten Sampang. Pria asal Dusun Sembung, Desa Teja Timur, Kota Pamekasan itu tertangkap tangan dengan barang bukti 15 paket sabu-sabu siap edar seberat 4 gram.

Penggerebekan itu mengungkap peran Bripka Rahman sebagai kurir yang mengedarkan barang terlarang itu melalui temannya Fahad, warga Desa Gunung Maddah, Sampang.

Baca: Dua Pelaku Perampokan Pulomas Divonis Mati

Kabupaten Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur yang dikenal sebagai zona merah peredaran narkoba karena intensitas penyebaran narkotika di wilaayh itu menjagnkau hingga ke pelosok desa.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sampang Fadhilah Budiono belum lama ini menyatakan, peredaran kasus narkoba di Kabupaten Sampang sudah merambah hingga ke setiap lapisan mayarakat. Sebelumnya ia menuturkan,  50 persen kepala desa di Sampang yang pernah terlibat kasus narkotika. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500