Ilustrasi vonis hukum (Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id)

Salah Gunakan Izin Tinggal, WN Taiwan Divonis 15 Bulan Penjara

Estimasi Baca:
Rabu, 4 Jul 2018 19:45:07 WIB

Kriminologi.id - Warga asal Taiwan, Liu Chun Pao, divonis 15 bulan penjara. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai, Liu terbukti menyalahgunakan izin tinggal selama berada di Indonesia.

Selama di Indonesia, Ketua majelis hakim Sugeng Rianto mengungkapkan, Liu Chun Pao berbisnis bijih besi di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

"Majelis hakim menyatakan terbukti bersalah karena terdakwa telah menyalahgunakan izin tinggal," kata Didiek Jatmiko, juru bicara Pengadilan Negeri Mataram, Rabu, 4 Juli 2018.

Vonis hukuman tersebut diberikan sesuai dengan pelanggaran pidana dalam Pasal 119 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

Berdasarkan uraian putusannya, Liu Chun Pao masuk dan atau berada di wilayah Indonesia tanpa mengantongi visa atau dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.

Keberadaannya terungkap dan pada akhirnya ditangkap pihak Imigrasi Mataram pada 29 Desember 2017. Ketika itu terdakwa sedang berada di kantor CV Padak Mas di Dusun Penimbung, Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Dari pemeriksaan, terdakwa tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian kepada petugas. Hal itu kemudian diperjelas dengan mengecek identitas terdakwa melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

Setelah dicek, nama terdakwa muncul pada data paspor yang masih berlaku sampai tahun 2019. Dari data itu terungkap terdakwa terakhir kali masuk ke Indonesia pada 8 Maret 2015 menggunakan "visa on arrival" (visa kunjungan saat kedatangan) Bandara Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Padahal dalam ketentuannya, "visa on arrival" berlaku untuk kunjungan liburan selama 30 hari dan hanya dapat diperpanjang paling lama 30 hari selanjutnya.

Namun dari kedatangan terakhirnya, terdakwa tetap berada di wilayah Indonesia sampai dengan terdakwa diamankan pihak imigrasi.

Liu Chun Pao melalui penasihat hukumnya, Denny Nur Indra mengaku telah menerima putusan majelis hakim dan menyatakan tidak mengajukan banding.

"Kami tidak mengajukan banding," Denny.

Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Ramdhani mengapresiasi putusan majelis hakim. Terdakwa, ia menambahkan, akan dideportasi ke negara asal setelah menjalani hukumannya di Lapas Mataram.

"Setelah masa hukumannya selesai, baru kita pulangkan," kata Ramdhani.

 MSA
KOMENTAR
500/500