Sri Rahayu Saracen Divonis 1 Tahun Penjara

Estimasi Baca :

Ilustrasi Saracen, Foto: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Saracen, Foto: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Pengadilan Negeri Cianjur menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dan denda Rp 20 juta kepada Sri Rahayu dalam kasus ujaran kebencian. Sri Rahayu adalah salah satu anggota Saracen yang menyebarkan  kebencian berdasarkan SARA di media sosial.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta terdakwa dihukum 2 tahun penjara dengan denda Rp 20 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas vonis tersebut, Sri menyatakan tidak puas dan mengajukan banding.

"Saya tidak puas dengan putusan ini, saya langsung banding. Saya tidak diberi kesempatan bicara setelah sidang," kata Sri usai sidang putusan di Pengadilan Negeri Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 18 Desember 2017.

Baca: Bos Saracen Diperiksa Kasus Peretasan Akun Media Sosial

Tak hanya Sri, kuasa hukumnya dari LBH Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati, pun merasakan demikian. Dia tidak puas dengan putusan pengadilan. Sebab, majelis hakim memutuskan tidak berdasarkan fakta persidangan dan hak asasi manusia.

"Dalam fakta persidangan alat bekerja bukan di Cianjur, melainkan di Depok dan Lampung. Namun, kasusnya ditarik ke Cianjur darimana aturannya? Fakta persidangannya tidak ada. Kami akan mengajukan banding," katanya.

Persidangan terhadap Sri digelar sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.15 WIB. Selama persidangan tersebut, berbagai pembelaan baik dari dirinya selaku kuasa hukum terdakwa dan saksi dari pihak Sri Rahayu ditolak majelis hakim.

Hingga akhirnya, terdakwa tetap diputuskan bersalah atas kejahatan tentang informasi transaksi elektronik.

Baca: Hampir 2 Pekan Berkas Perkara Jasriadi-Asma Dewi Belum Rampung

Selain itu, Sri juga dinyatakan bersalah karena dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian individu dan kelompok terkait Suku Agama Ras Antargolongan atau SARA untuk jumlah tertentu.

Karena itu, hakim memvonisnya dengan masa hukuman 1 tahun penjara dengan denda Rp, 20 juta atau jika tidak membayar denda diganti dengan masa kurungan selama dua bulan.

Kasi Intel Kejari Cianjur, Agus Haryono mengatakan, pihaknya berdasarkan aturan diberi waktu 7 hari untuk menyatakan sikap atas putusan tersebut. Namun, pihaknya menyatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu.

Karena itu, jika pihak terdakwa dan kuasa hukumnya melakukan banding, pihaknya akan melakukan kontra memori banding.

Baca: Polisi: Sosok Pendonor Saracen Dibeberkan di Persidangan

"Urusan banding itu hak terdakwa. Kami akan pikir-pikir sekaligus laporan ke pimpinan apakah menerima atau banding. Tapi memang putusannya lebih rendah dari tuntutan," katanya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Cianjur, Erlinawati mengatakan, putusan majelis hakim sudah dipertimbangkan dari berbagai aspek, baik meringankan ataupun memberatkan dalam kasus tersebut. 

“Kalaupun ada keberatan itu merupakan hak terdakwa,” pungkas Erlinawati. TD

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Sri Rahayu Saracen Divonis 1 Tahun Penjara

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu