Suap Ketua Pengadilan Demi Ibu, Aditya Moha Divonis 4 Tahun Bui

Estimasi Baca :

Terdakwa kasus suap kepada Hakim Pengadilan Tinggi Manado, Aditya Anugerah Moha (kanan) berjabat tangan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) usai menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (9/5).  Foto: Antara - Kriminologi.id
Terdakwa kasus suap kepada Hakim Pengadilan Tinggi Manado, Aditya Anugerah Moha (kanan) berjabat tangan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) usai menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (9/5). Foto: Antara

Kriminologi.id - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhi vonis empat tahun penjara kepada Aditya Anugrah Moha karena terbukti menyuap ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono sebesar 110 ribu dolar Singapura dan menjanjikan 10 ribu dolar Singapura lagi. Majelis hakim juga menambah vonis untuk politikus Partai Golkar itu dengan denda Rp 150 juta subsider dua bulan kurungan

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama empat tahun ditambah denda Rp 150 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan kurungan," kata ketua majelis hakim Mas'ud di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018.

Putusan vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar anggota DPR periode 2014-2019 itu divonis enam tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Vonis itu diputuskan oleh majelis hakim yang terdiri atas Mas'ud, Hastoko, Haryono, Ugo dan Muhammad Idris Muhammad Amin berdasarkan dakwaan pertama kesatu dari pasal 5 ayat (1) huruf a dan dakwaan kedua pertama pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan semangat masyarakat, bangsa dan negara dalam memberantas tindak pidana korupsi, terdakwa sebagai anggota DPR tidak memberi contoh teladan kepada masyarakat," tambah hakim Ugo.

Uang suap yang diberikan Aditya kepada Sudiwardono terjadi dalam dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu sebesar 80 ribu dolar Singapura agar Sudiwardono sebagai ketua Pengadilan Tinggi Manado mengeluarkan perintah tidak melakukan penahanan terhadap ibunya Marlina Moha Siahaan. 

Kemudian penyerahan tahap kedua sebesar 30 ribu dolar Singapura dari janji 40 ribu dolar Singapura kepada Sudiwardono sebagai ketua majelis banding agar ibunya dinyatakan bebas.

Marlina Moha Siahaan adalah mantan Bupati Bolaang Mongondow yang telah divonis lima tahun penjara dalam kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD).  

 

Baca Selengkapnya

Home Investigasi Vonis Suap Ketua Pengadilan Demi Ibu, Aditya Moha Divonis 4 Tahun Bui

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu