Terdakwa kasus suap kepada Auditor BPK Sigit Yugoharto, Setia Budi, menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto; Antara

Suap Moge ke Auditor BPK, Manajer PT Jasa Marga Divonis 1,5 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Kamis, 8 Mar 2018 17:15:52 WIB

Kriminologi.id - Setia Budi, mantan General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Purbaleunyi divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Selain itu, Setia juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan karena terbukti memberikan suap satu unit motor gede atau moge merek Harley Davidson dan beberapa kali fasilitas karaoke ke auditor BPK.

"Mengadili, menyatakan Setia Budi secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara ditambah denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu mengganti maka diganti pidana 2 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Baca: Suap Auditor BPK, Moge Diantarkan ke Rumah Sigit

Menurut Hakim Ni Made, berdasarkan fakta hukum terdakwa Setia Buidi terbukti telah memberikan suap satu unit motor Harley Davidson dan beberapa kali fasilitas karaoke kepada Sigit Yugoharto, auditor madya BPK selaku Ketua Tim Pemeriksa BPK.

"Bahwa pemberian fasilitas karaoke yang diberikan terdakwa sebanyak dua kali," ujar Hakim.

Dalam putusan itu, hakim Ni Made menolak mengenai peran aktif atau pasif Setia Budi terkait pemberian fasilitas karaoke dan satu unit motor Harley Davidson kepada Sigit Yugoharto selaku penyelenggara negara. 

"Pemberian fasilitas karaoke dan Harley Davidson pada penyelenggara negara tak peduli pasif atau aktif. Pemberian sesuatu yang diberikan terdakwa bertentangan dengan kewenangan dan jabatan terdakwa," ucap Hakim.

Baca: Suap Motor Harley Davidson, KPK Periksa Dirut Jasa Marga

Adapun hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya tidak mendukung pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan karena terdakwa berlaku sopan selama proses persidangan, belum pernah dihukum, dan menjadi tulang punggung keluarga.

Setia Budi terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b UU No, 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No, 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Atas putusan itu, Setia Budi menerimanya, sedangkan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan pikir-pikir. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500