Wali Kota Tegal Siti Mashita saat menjalani pemeriksaan di KPK Foto: Kriminologi.id/Rani Wulandari

Suap Wali Kota Tegal, Mantan Ketua Partai Nasdem Divonis 7 Tahun Bui

Estimasi Baca:
Senin, 23 Apr 2018 17:05:27 WIB

Kriminologi.id - Amir Mirza Hutagalung dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dalam kasus suap terhadap Wali Kota Tegal Siti Masitha. Vonis yang dijatuhkan untuk Mantan Ketua Partai Nasdem Kabupaten Brebes itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa yaitu 9 tahun penjara. 

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dikurangi dengan masa penahanan," kata ketua Majelis Hakim Antonius Widjantono membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah, Senin, 23 April 2018.

Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Meski bukan penyelenggara negara, hakim menyatakan Amir tetap terbukti bersalah karena bersama-sama dengan Siti Masitha menerima suap yang besarnya mencapai Rp 7 miliar.

Dalam persidangan, terdakwa terbukti menikmati sekitar Rp 6,5 miliar suap yang ditujukan kepada Wali Kota Tegal itu.

Dari uang suap sebanyak itu, terdakwa telah mengembalikan ke KPK uang pengganti kerugian negara yang totalnya mencapai Rp 3 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1,5 miliar di antaranya berupa uang tunai, sedangkan sisanya berwujud barang dan bangunan.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Pada sidang sebelumnya, Wali Kota Tegal Siti Masitha juga dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dalam kasus suap berkaitan dengan jabatannya sebagai orang nomor satu di daerah tersebut.

Hakim juga menyatakan Siti terbukti melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KOMENTAR
500/500