Ilustrasi Penjara. Foto: Pixabay

Sukmawati Buron Sejak Awal Sidang, Hakim Vonis 10 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Sabtu, 16 Des 2017 12:05:37 WIB

Kriminologi.id - Majelis hakim tindak pidana korupsi atau tipikor Kantor Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis penjara selama 10 terhadap Sukmawati Makatita. Direktur PT Duta Sarana itu didakwa karena terbukti korupsi dana alokasi khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Tipikor, Soesilo didampingi Jenny Tulak dan Hery Leliantono selaku hakim anggota di Ambon, Jumat, 15 Desember 2017.

Baca: Terdakwa Mangkir, Sidang Korupsi di PN Ambon Digelar In Absentia

Soesilo menambahkan, selain hukuman penjara, terdakwa juga dihukum dengan diwajibkan membayar denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 800 juta lebih subsider satu tahun kurungan.

Putusan majelis hakim terkait hukuman yang dijatuhkan kepada Sukmawati jauh lebih tinggi dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Kepulauan Aru, Ekaputra Polimpung dan Cecep Mulyana, yang meminta terdakwa diganjar enam tahun penjara.

Alih-alih sependapat dengan jaksa, hakim Soesilo justru menambahkan hukuman kepada Sukmawati. Alasannya, terdakwa Sukmawati sejak awal persidangan, pemeriksaan saksi, hingga penuntutan tidak pernah hadir di ruang sidang. Ketidakhadirannya itulah salah satu alasan yang memberatkan terdakwa, sehingga hakim Soesilo memutuskan menghukumnya 10 tahun penjara.

Baca: Terdakwa Korupsi Bantuan Pendidikan Divonis 2 Tahun Bui

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan tidak menemukan adanya alasan pembenar atau pemaaf untuk dijadikan bahan pertimbangan, terdakwa juga dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, dan perbuatannya yang telah menimbulkan kerugian keuangan negara.

Seperti diketahui, Sukmawati Makatita selaku Direktur PT Duta Sarana, perusahaan yang menangani proyek rehabilitas 60 lebih bangunan sekolah dasar dan SMP di seluruh Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun anggaran 2012 lalu senilai lebih dari Rp 6 miliar.

Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru yang seharusnya digunakan untuk rehabilitasi lebih dari 60 gedung sekolah dasar dan SMP, termasuk pengadaan mebeler dan buku-buku perpustakaan.

Baca: Tembak Mahasiswa, Anggota Polisi Divonis 10 Tahun Penjara

Namun, dalam menjalankan kewajibannya terdakwa tidak meyelesaikan pekerjaan rehab gedung sekolah. Juga pengadaan buku perpustakaan tidak sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya, sehingga negara dirugikan sebesar lebih dari Rp 800 juta.

Setelah menjatuhkan hukuman penjara terhadap terdakwa, JPU akan menerima salinan putusan. Kemudian, akan melanjutkan pencarian Sukmawati untuk segera dipenjara. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Nula
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500