Foto: Pixabay

Tak Terima Putusan Sidang, Penjahat Perang Minum Racun Depan Hakim

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Nov 2017 11:15:38 WIB

Kriminologi.id - Terpidana penjahat perang Slobodan Praljak diputuskan bersalah oleh Pengadilan Mahkamah Pidana Internasional di Belanda Rabu, 29 November 2017.

Selama pembacaan putusan banding publik, pengadilan tersebut menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun. Segera setelah hakim membacakan putusan, Praljak minum cairan dari gelas kecil.

"Saya baru saja minum racun," kata terpidana itu. "Saya bukan penjahat perang dan memprotes putusan ini," ujarnya lagi.

Baca: Tergiur Asuransi, Nenek 70 Tahun Racuni 4 Pria dengan Sianida

Praljak adalah mantan asisten menteri pertahanan Kroasia. Selama Perang Bosnia, ia menjadi komandan staf utama Dewan Pertahanan Kroasia (HVO), struktur militer resmi Republik Kroasia Herzeg-Bosnia --wilayah masa perang yang tak diakui dan ada di Bosnia dan Herzegovina antara 1991 dan 1994.

"Sejalan dengan prosedur standard, atas permintaan ICY, Pemerintah Belanda telah memulai penyelidikan independen, yang saat ini sedang berlangsung," kata IYC dalam siaran pers.

Melihat Praljak yang kesulitan bernafas, Hakim Agius segera menunda sidang.  Tak lama petugas melarikan Praljak ke sebuah rumah sakit.

Baca: Tak Ada Tanda Kekerasan, Sekeluarga Tewas Keracunan Gas dari Genset

Namun dokter menyatakan Praljak tak dapat diselamatkan. Ia tewas oleh racun yang ditenggaknya dalam ruang sidang.

"Pengadilan telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dekatnya," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Yuni Eko Sulistiono
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500