Hukuman mati dengan suntikan mematikan, Foto: Pixabay

Teknisi Listrik Bunuh Balitanya dan Kakak Ipar Dihukum Suntik Mati

Estimasi Baca:
Kamis, 28 Jun 2018 13:35:31 WIB

Kriminologi.id - Seorang teknisi listrik bernama Danny Paul Bible (67) membunuh putranya yang masih balita dan kakak iparnya pada tahun 1979 hingga 1983. Pria yang sempat menjalani profesi sebagai petugas gudang di Texas, Amerika Serikat ini juga membunuh dua orang lainnya secara sadis. 

Bible menerima suntikan mematikan pada Rabu, 27 Juni 2018 malam waktu setempat sebagai hukuman kasus perkosaan yang dilakukannya pada 1979, demikian dilaporkan Foxnews.com, Kamis, 28 Juni 2018.

Eksekusi mati ini dilakukan setelah Mahkamah Agung menolak permohonan pengacaranya untuk menghentikan hukuman mati berdasarkan alasan kesehatan. Bible ditangkap pada bulan Januari 1984, yang kemudian pengadilan setempat menjatuhkan vonis mati pada 17 Juli 2003.  

Selain kasus pemerkosaan, Bible juga terlibat melakukan pembunuhan Inez Deaton (20), sebuah kasus yang sempat menjadi misteri selama dua dekade sampai Bible melontarkan pengakuan.

Deaton, seorang wanita yang berasal dari Harris County Utara ditikam berulang kali di dada menggunakan besi pemecah es. Setelah tewas, pelaku kemudian memperkosanya. Mayat Deaton ditemukan di tepi sebuah danau di Houston.

Dilansir murderpedia.org, Detektif Harris yang menangani perkara itu mengatakan Bible juga mengaku pada Mei 1983 terlibat beberapa kali kasus pembunuhan saudara iparnya, Tracy Powers, putranya yang berusia 4 bulan, Justin, dan teman sekamarnya, Pamela Hudgins.

Sisa-sisa kerangka Powers dan bayinya ditemukan pada bulan berikutnya, tersembunyi di bawah bantalan penjaga ternak sekitar pertengahan antara Mineral Wells dan Weatherford.

Penyebab kematian mereka tidak diketahui. Tubuh Hudgins ditemukan di daerah berhutan di Wells Mineral pada bulan November. Dia menderita trauma di kepala.

Bible ditahan pada bulan Januari 1984 di Fort Myers, Florida. Dia kemudian mengaku bersalah atas pembunuhan Hudgins dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara. Dia juga mengakui telah melakukan penculikan yang diperburuk dalam kasus Montana dan mendapat hukuman 20 tahun. 

Pengacara Bible sempat membuat upaya terakhir untuk menghentikan eksekusi dengan mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung satu jam sebelum dia dihukum mati. Alasannya bahwa Bible terlalu sakit untuk suntikan mematikan. 

Mereka mengklaim suntikan mematikan itu banyak menimbulkan persoalan kesehatan yang mengakibatkan orang yang disuntik merasa sakit luar biasa. 

Pengacara Bible mengusulkan agar dia digulingkan di kursi rodanya di depan regu tembak atau diberikan gas nitrogen untuk memotong oksigen ke otaknya. Himbauannya ditolak.

Tidak ada komplikasi yang jelas selama eksekusi hari Rabu, 27 Juni 2018 kemarin. Eksekusi Bible merupakan yang ketujuh tahun ini di Texas.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500